Kamis, 04 Jun 2026 05:18 WIB

Dua Mayat di Lubang Bekas Asrama Polisi Jombang Diduga Korban Pembunuhan

Jenazah korban saat dievakuasi ke rumah sakit. (Foto: Supri/selalu.id).
Jenazah korban saat dievakuasi ke rumah sakit. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Dua mayat yang ditemukan di lubang bekas asrama polisi (Aspol) yang terbengkalai di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang diduga merupakan korban pembunuhan.

Satreskrim Polres Jombang masih menyelidiki penyebab kematian keduanya. Dua mayat tersebut ditemukan pertama kali sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga: Mayat Pria asal Jombang Ditemukan di Teras Hotel Mojokerto, Masih Pakai Jaket dan Helm

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, satu korban merupakan perempuan dewasa dan satu jasad lainnya anak perempuan.

"Pertama perempuan dewasa, yang satu lagi masih anak kecil, jenis kelamin perempuan juga. Saat ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi,” jelasnya.

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Jombang Makan Dua Korban Jiwa ART, Diduga karena Konsleting Listrik AC

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Salah satunya botol berisi cairan yang diduga bahan bakar minyak (BBM).

"Di TKP kami temukan beberapa barang bukti, salah satunya botol yang diduga berisi BBM. Semua sudah kami amankan sementara sebagai barang bukti," kata Dimas.

Baca Juga: Mayat Pria dengan Luka Sayat di Leher Gegerkan Warga Jombang

Terkait dugaan tindak pidana, Dimas menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan.

“Kami lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menyimpulkan apakah ini merupakan pembunuhan atau bukan,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.