Kamis, 04 Jun 2026 06:25 WIB

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Muspika bersama perwakilan warga saat melakukan mediasi di aula kantor kecamatan. (Foto: Nurul/selalu.id).
Muspika bersama perwakilan warga saat melakukan mediasi di aula kantor kecamatan. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Ratusan warga Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, menggeruduk Kantor Kecamatan Pakusari, Senin (9/2/2026).

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila

Dalam aksi tersebut warga yang menamakan Aliansi Masyarakat Patemon Bersatu (AMPB) dengan tegas menyatakan penolakan terhadap pergantian Pj Kades, karena mereka menilai kondisi desa Patemon saat ini sudah kondusif dan tidak memerlukan pergantian PJ, sebelum pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun 2027.

“Kami dengan tegas menolak adanya pergantian Pj Kades Patemon,” tegas Rahmat Gunawan, Koordinator Aksi.

Rahmad menyampaikan bahwa aksi penolakan yang dilakukan warga ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Jember dan Polsek Pakusari.

Alasan utama penolakan warga adalah karena situasi sosial di Desa Patemon dinilai sudah jauh lebih baik dan stabil dibandingkan sebelumnya.

“Saat ini kondisi desa sudah kondusif, masyarakat sudah bersatu. Berbeda dengan sebelum Pj Kades yang sekarang, di mana dulu banyak konflik dan perpecahan,” ungkapnya.

Menurut Rahmat, kondisi itulah yang mendorong warga menamai gerakan mereka dengan sebutan Patemon Bersatu.

Ia menegaskan bahwa warga menginginkan tidak ada pergantian Pj Kades hingga dilaksanakannya pilkades serentak pada 2027 mendatang.

"Kami tidak ingin ada pergantian sampai ada kades definitif hasil pilkades,” tegasnya.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

Sementara itu, Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti, enggan memberikan komentar terkait aksi penolakan warga tersebut. Ia hanya berujar bahwa aspirasi masyarakat desa Patemon sudah diterima dengan baik.

Di sisi lain, Pj Kepala Desa Patemon, Siti Muslihatin, mengaku terharu dengan dukungan dan aksi warga yang menginginkan dirinya tetap menjabat.

“Saya ini bukan kades definitif, hanya Pj saja. Tapi kok rasanya dieman sama warga. Padahal saya menjalankan tugas apa adanya,” ungkap Siti.

Siti juga membenarkan bahwa aksi warga dipicu oleh informasi rencana pergantian Pj Kades Patemon yang disebut-sebut akan dilakukan pada Rabu, 11 Februari 2026.

Siti menjelaskan bahwa dalam surat keputusan (SK) pengangkatannya sebagai Pj Kades tidak tercantum masa jabatan secara eksplisit.

Baca Juga: Pemkab Jember Sabet WTP, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

SK tersebut menyebutkan bahwa Pj Kades bertugas hingga terpilihnya kepala desa definitif melalui pilkades.

Namun secara regulasi, kata Siti, masa jabatan Pj Kades dibatasi enam bulan dan dapat diperpanjang satu kali.

“Enam bulan kali dua, jadi setahun,” jelasnya.

Hingga kini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember, Adi Wijaya, belum memberikan keterangan terkait rencana pergantian Pj Kades Patemon.

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon tidak mendapat respons, meski nomor yang bersangkutan dalam kondisi aktif.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.