Senin, 20 Jul 2026 11:54 WIB

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Muspika bersama perwakilan warga saat melakukan mediasi di aula kantor kecamatan. (Foto: Nurul/selalu.id).
Muspika bersama perwakilan warga saat melakukan mediasi di aula kantor kecamatan. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Ratusan warga Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, menggeruduk Kantor Kecamatan Pakusari, Senin (9/2/2026).

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Dalam aksi tersebut warga yang menamakan Aliansi Masyarakat Patemon Bersatu (AMPB) dengan tegas menyatakan penolakan terhadap pergantian Pj Kades, karena mereka menilai kondisi desa Patemon saat ini sudah kondusif dan tidak memerlukan pergantian PJ, sebelum pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun 2027.

“Kami dengan tegas menolak adanya pergantian Pj Kades Patemon,” tegas Rahmat Gunawan, Koordinator Aksi.

Rahmad menyampaikan bahwa aksi penolakan yang dilakukan warga ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Jember dan Polsek Pakusari.

Alasan utama penolakan warga adalah karena situasi sosial di Desa Patemon dinilai sudah jauh lebih baik dan stabil dibandingkan sebelumnya.

“Saat ini kondisi desa sudah kondusif, masyarakat sudah bersatu. Berbeda dengan sebelum Pj Kades yang sekarang, di mana dulu banyak konflik dan perpecahan,” ungkapnya.

Menurut Rahmat, kondisi itulah yang mendorong warga menamai gerakan mereka dengan sebutan Patemon Bersatu.

Ia menegaskan bahwa warga menginginkan tidak ada pergantian Pj Kades hingga dilaksanakannya pilkades serentak pada 2027 mendatang.

"Kami tidak ingin ada pergantian sampai ada kades definitif hasil pilkades,” tegasnya.

Baca Juga: Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

Sementara itu, Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti, enggan memberikan komentar terkait aksi penolakan warga tersebut. Ia hanya berujar bahwa aspirasi masyarakat desa Patemon sudah diterima dengan baik.

Di sisi lain, Pj Kepala Desa Patemon, Siti Muslihatin, mengaku terharu dengan dukungan dan aksi warga yang menginginkan dirinya tetap menjabat.

“Saya ini bukan kades definitif, hanya Pj saja. Tapi kok rasanya dieman sama warga. Padahal saya menjalankan tugas apa adanya,” ungkap Siti.

Siti juga membenarkan bahwa aksi warga dipicu oleh informasi rencana pergantian Pj Kades Patemon yang disebut-sebut akan dilakukan pada Rabu, 11 Februari 2026.

Siti menjelaskan bahwa dalam surat keputusan (SK) pengangkatannya sebagai Pj Kades tidak tercantum masa jabatan secara eksplisit.

Baca Juga: Dari Beasiswa Rp59 Miliar hingga Sekolah Rakyat, Langkah Pemkab Jember Dongkrak Kualitas Pendidikan

SK tersebut menyebutkan bahwa Pj Kades bertugas hingga terpilihnya kepala desa definitif melalui pilkades.

Namun secara regulasi, kata Siti, masa jabatan Pj Kades dibatasi enam bulan dan dapat diperpanjang satu kali.

“Enam bulan kali dua, jadi setahun,” jelasnya.

Hingga kini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember, Adi Wijaya, belum memberikan keterangan terkait rencana pergantian Pj Kades Patemon.

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon tidak mendapat respons, meski nomor yang bersangkutan dalam kondisi aktif.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.