Minggu, 19 Jul 2026 19:25 WIB

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Feb 2026 09:23 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. (Dok. Istimewa).
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni angkat suara soal penunjukan Prof. Dr. Adies Kadir sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dari unsur DPR.

Ia menegaskan, latar belakang politik bukan hal baru dalam komposisi hakim konstitusi di Indonesia.

Baca Juga: Perkuat Jaringan Akar Rumput, Adela Kanasya Adies Konsolidasi dengan Relawan di Surabaya

Menurut Fathoni, sejarah mencatat sudah ada sejumlah hakim MK yang berasal dari dunia politik sebelum menjabat.

“Penunjukan hakim MK dari latar belakang politik itu bukan yang pertama. Sebelumnya sudah ada Mahfud MD dan Patrialis Akbar. Artinya, ini bukan sesuatu yang menyimpang dari praktik ketatanegaraan kita,” jelasnya, Selasa (10/2/2026).

Politisi Golkar ini mengatakan bahwa mekanisme pengisian sembilan hakim MK memang diatur melalui tiga jalur konstitusional, yakni usulan Mahkamah Agung, pemerintah, dan DPR, masing-masing tiga orang.

“Jadi apa yang dilakukan DPR RI dengan menunjuk Prof Adies Kadir melalui proses yang sah itu bukan sesuatu yang salah secara regulasi,” tegasnya.

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum. Ia menyebut Adies tumbuh di lingkungan peradilan karena ayahnya merupakan hakim karier di Mahkamah Agung.

Baca Juga: Dua Nama Potensial yang Disebut Cocok Dampingi Arif Fathoni di Pilwali Surabaya 2029

“Sejak kecil beliau sudah dekat dengan dunia peradilan. Itu membentuk pemahaman hukumnya sejak dini,” paparnya.

Selain itu, Adies juga dikenal sebagai akademisi dan praktisi hukum. Ia merupakan doktor dan profesor di bidang ilmu hukum serta berpengalaman sebagai advokat.

“Kami meyakini beliau memiliki kompetensi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui Mahkamah Konstitusi,” tambah Fathoni.

Baca Juga: Pengamat Politik Sebut Arif Fathoni Lebih Potensial jadi Wali Kota Ketimbang Armuji

Fathoni mengatakan Partai Golkar telah menyatakan “mewakafkan” Adies Kadir untuk mengabdi di MK. Ia berharap Adies mampu menjaga independensi dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik.

“Saya yakin Prof Adies Kadir akan mencurahkan pikiran dan terobosan hukumnya untuk menjaga nilai-nilai keindonesiaan dalam setiap putusan MK,” tandas dia.

Fathoni menambahkan bahwa MK memiliki peran penting sebagai penjaga konstitusi agar produk undang-undang tetap sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa sebagaimana tertuang dalam UUD 1945.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.