Senin, 05 Okt 2026 23:20 WIB

Densus 88 AT Polri Ajak Masyarakat Tolak Radikalisme dan Bullying

Densus 88 Antiteror Polri melalui Satgaswil Sulawesi Selatan saat menggelar kampanye pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). (Dok. Istimewa).
Densus 88 Antiteror Polri melalui Satgaswil Sulawesi Selatan saat menggelar kampanye pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). (Dok. Istimewa).

selalu.id - Densus 88 Antiteror Polri melalui Satgaswil Sulawesi Selatan menggelar kampanye pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada masyarakat di kawasan Car Free Day Boulevard, Kota Makassar, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kasatgaswil Sulawesi Selatan Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Agung N. Masloman, ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, memperkokoh toleransi, serta mencegah berkembangnya paham radikal dan perilaku bullying di lingkungan sosial.

Baca Juga: Densus 88 Antiteror Polri Sergap 11 Teroris di Indonesia saat Latihan Militansi

Dalam kegiatan tersebut, personel Satgaswil Sulawesi Selatan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, menghargai keberagaman, serta membangun lingkungan yang aman, damai, dan saling menghormati.

Masyarakat juga diajak berpartisipasi menyampaikan komitmennya melalui penandatanganan banner bertuliskan “Say No To Bullying, Intolerance, Radicalism, Terrorism” sebagai simbol dukungan terhadap terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan bebas dari paham kekerasan.

Kasatgaswil Sulawesi Selatan Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Agung N Masloman, mengatakan bahwa pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Polwan Sidoarjo Kunjungi CFD, Ngepam Sambil Sosialisasi Disiplin Lalu Lintas 

“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, terorisme, maupun bullying yang dapat merusak kehidupan bermasyarakat," terangnya.

"Sinergi antara Polri dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis,” tambah Agung.

Baca Juga: Warga Padati CFD Sidoarjo, Layanan Cek Kesehatan Gratis jadi Daya Tarik Utama

Ia menyatakan bahwa ruang publik seperti Car Free Day menjadi sarana yang efektif untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebangsaan secara humanis.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kampanye dan berinteraksi dengan personel Densus 88 AT Polri. Kegiatan berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sidang Kasus Pengeroyokan Maut Oknum Pesilat Nganjuk, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

Kendati mengajukan keberatan, Asmijan menegaskan pihak penasihat hukum tetap mendukung jalannya penegakan hukum secara adil dan rasional.

HUT TNI ke-81 di Jember: Ojol hingga Mahasiswa Melebur, Bukti Kemanunggalan Rakyat

Menurut Abdus Salam, konsep peringatan yang digelar sederhana justru memperlihatkan kedekatan TNI dengan masyarakat secara nyata.

Makin Mudah, Posisi dan Jadwal Trans Jatim serta Suroboyo Bus Kini Bisa Dipantau Lewat HP

Kadishub Jatim, Nyono, menyatakan integrasi ini merupakan langkah pengembangan layanan agar masyarakat memperoleh kepastian saat menggunakan angkutan umum.

Kafe Tanpa IPAL Buang Limbah Lemak Sembarangan di Saluran Air Tunjungan Surabaya

Atas temuan ini, Hidayat mengimbau pelaku usaha di kawasan perkotaan agar tidak langsung membuang limbah yang mengandung minyak atau lemak ke saluran umum.

Atasi Ketimpangan Layanan, DPRD Jatim Siapkan Regulasi Transportasi Publik Terintegrasi

Reperdi ini diharapkan pengembangan transportasi publik di Jawa Timur dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan menjangkau lebih banyak wilayah.

Bukan Lagi Sistem Desil, Penerima Bansos di Surabaya Kini Ditentukan Lewat Rembuk Warga

Dengan mekanisme tersebut, kondisi ekonomi warga diharapkan dapat diverifikasi berdasarkan keadaan nyata di lingkungan masing-masing.