Jumat, 18 Sep 2026 14:11 WIB

Diskusi Online Jurnalis Hadapi Dilema Pemberitaan Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Apr 2020 21:09 WIB

Surabaya (selalu.id) - Covid 19 adalah ujian besar bagi bangsa Indonesia, termasuk media massa kita. Informasi dari pemerintah sebagai dasar peliputan awal, ternyata bersumber dari gagalnya upaya membuat objective.

“Media memilih sikap, tidak menyebarkan berita ketakutan bagi warga yang artinya menghide informasi, atau menyampaikan apa adanya. Yang artinya berpotensi menyebar ketakutan,” kata Sapto Anggoro, CEO Tirto.ID, keynote speaker dalam forum bertajuk ‘Media Menyikapi Pandemi’, webinar yang digagas Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (IKA Stikosa-AWS) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Kominfo Jatim), Kamis (23/4/2020).

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Dalam diskusi yang gelar via ZOOM ini, Sapto juga memaparkan kemungkinan lain.

“Memberitakan lemahnya pemerintah dianggap anti, memberitakan yang baik-baik malah menegasikan fakta,” katanya.

Sehingga dalam praktek pemberitaan, media akhirnya bersikukuh memegang UU Pers 40/99 pasal 3 ayat 1, yakni ‘Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Dan berpegang pada pedoman Dewan Pers, AJI, AMSI, dan lain-lain.

“Dalam kondisi demikian, lalu lintas informasi juga diperburuk dengan hadirnya hoax. Masih beruntung masyarakat kita banyak yang memilih media arus utama sebagai rujukan, seperti CNN, detik.com, tirto.id, dan masih banyak lagi,” kata alumnus Stikosa AWS ini.

Dari derasnya informasi tentang Covid-19, jelas Sapto, media online sesungguhnya dapat ‘berkah’ tersendiri. Yakni traffic website yang naik rata-rata dua kali lipat. Tapi tak berbeda dengan nasib pengusaha di sektor lain, lembaga media juga babak belur gara-gara iklan yang minim.

“Banyak pengusaha tidak beriklan karena trend perusahaan periklanan justru turun.
Dilema, di saat situasi serba sulit, pers tak cuma harus memberi info benar, tapi biaya naik, pemasukan kecil,” sesal Dewan Pakar IKA Stikosa-AWS ini.

Dalam kondisi demikian, Sapto pun ingat kata-kata Yuval Noah Harari, sejarahwan penulis buku ‘Sapiens: A Brief History of Humankind (2014)’ dan ‘Homo Deus : A Brief History of Tomorrow (2015)’, dunia butuh pemimpin baru.

“Atau ini ujian kepemimpinan, di segala bidang, termasuk pengelolaan media,” pungkasnya.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Masih tentang media dan Covid-19, Iman D. Nugroho, Koordinator Liputan CNN Indonesia TV, juga menggaris bawahi kenyataan jika dalam penanganan Covid-19, pemerintah masih terkesan belum serius.

“Jika ada kesan media massa kita tidak siap dalam pemberitaan, ya karena pemerintah tidak serius,” tegas alumnus Stikosa AWS ini.

Ia menjelaskan, media memang sangat tergantung pada keseriusan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Karena informasi tentang Covid19 selama ini memang dari pemerintah. Bahkan boleh dibilang satu-satunya sumber.

“Ketika pemerintah tidak serius, media pun tidak bisa mengukur urgensi dari kondisi penanganan, termasuk statistik penderita,” kata Iman.

Pemberitaan terkait Covid-19 dimulai dari heboh pasca tiga orang Depok yang dirawat karena Covid. Lalu lembaga media mulai membuat protokol peliputan wabah. Termasuk penggunaan masker, sarung tangan, dan mengkonsumsi vitamin C gratis dari kantor.

Baca Juga: Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

Di CNN, kata Iman, ada kebijakan secara institusi, baik CNN com, maupun TV, agar membatasi jumlah SDM yang masuk. Mereka dikelompokkan dalam cluster-cluster.

“Juga dilakukan deep cleansing di kantor redaksi. Bahkan kami sampai pindah ruangan,” tambahnya. Di luar itu dalam tubuh redaksi juga dilakukan strategi tidak melakukan liputan tatap muka. Semua wawancara dilalukan secara online.

Di akhir sesi, Iman justru bertanya, “Sampai kapan media akan bertahan dengan kondisi ini?”

Selain Iman dan Sapto, hadir pula nara sumber Benny Sampirwanto (Kepala Dinas Kominfo Jatim) dan Joko Tetuko (Ketua Komisi Informasi Jatim 2010 – 2014). Sebagai moderator, Noor Arief Kuswadi (Kabid Almamater dan Kemahasiswaan IKA Stikosa-AWS, Jurnalis Senior Harian Memorandum).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pabrik Sepatu Terbakar di Mojokerto Belum Padam, Ini Kendala Pemadam di Lokasi

Tim harus membongkar dinding dulu pakai ekskavator yang sudah didatangkan pihak pabrik.

Gagal Berangkatkan Jemaah, Kemenhaj Blokir PT Annisa Ahmada Travelindo

Kemenhaj akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap persoalan tersebut.

Kejati Jatim Tahan Tersangka Baru Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara 6,1 Miliar

Buku rekening dan ATM diserahkan kepada SH. Uang dikelola sendiri, dipakai melunasi kredit macet agar bisa mengajukan pinjaman baru serta melunasi utang pribadi

Gandeng Duta Pancasila, Pemkab Mojokerto Perkuat Edukasi Cukai dan Perang Lawan Rokok Ilegal

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja, Pemkab menggelar sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai khusus untuk Duta Pancasila atau Purna Paskibraka

Man City Bantai Norwich 5-0, Lolos ke Babak 4 Carabao Cup

Nama yang paling mencuri perhatian adalah Floyd Samba. Striker 17 tahun itu menjalani laga debutnya bersama tim utama dan langsung menutupnya dengan 2 gol.

Juventus Bangkit, Hajar NEC Nijmegen 5-0 di Pembuka Liga Europa

Kelima gol Juve dicetak oleh 5 pemain berbeda.