Senin, 19 Okt 2026 08:01 WIB

Pemkot Surabaya Launching Kader Baru yang Dikhususkan Menangani Kebakaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 11:47 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat upacara HUT PMK di Balai Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat upacara HUT PMK di Balai Kota Surabaya

selalu.id - Menyambut HUT Pemadam Kebakaran (PMK), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melaunching kader Madagaskar serta aplikasi PMK di Halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (1/3/2022).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, kader Madagaskar akan fokus memantau musibah kebakaran di tingkat terendah (RT). Kader ini masih tergabung dalam Kader Surabaya Hebat.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

"Kader Madagaskar tapi kalau sudah turun ke masyarakat namanya menjadi satu kader Surabaya hebat, jadi ya mikir standingnya seperti apa mengurangi kemiskinan Seperti apa mencegah kebakaran, jadi tidak ada yang lebih hebat," kata Eri.

Eri menyampaikan, nantinya kader Madagaskar menjadi satu dari kader-kader yang lain di lingkungan RT di Kota Surabaya. Sehingga kader yang lain bisa saling membantu dan bergotong-royong.

"Ketika kader-kader ini menjadi satu dalam satu RT, mereka bergabung, ketika, melihat bayi stanting yang tahu kader Madagaskar, ada kebakaran dibantu oleh kadar lain cepat. Saling membantu, ini yang saya inginkan di Kota Surabaya,"jelasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa kebakaran di Surabaya mengalami penurunan. Apalagi sebelum diresmikan kader Madagaskar, dengan begitu dengan diresmikan madagaskar tersebut penanganan akan lebih cepat .

Baca Juga: GMNI Surabaya Raya dan RLD Gelar Pelatihan Jurnalistik, Asah Nalar Kritis Hadapi Hoaks

"Ketika ada penurunan stunting siapa ? Ya Kader Posyandu. Bayangkan kalau semua kader posyandu gak ada Madagaskar. Ya ini, perlu gotong royong dan kekeluargaan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMK Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan bahwa pihaknya sudah mensosialisasikan secara parsial. Selain itu, pihaknya juga melatih para RW, sehingga hal tersebut menunjukkan angka penurunan kebakaran dan penanganan warga sudah meningkat.

"Jadi kita datang api sudah dipadamkan warga, angka itu ada peningkatan signifikan, sehingga kemarin kita kerjasama dengan PKK. Kalau kader ini digerakkan secara masif, seperti yang kita sosialisasi pasti nanti makin tinggi nilai angka penurunan kebakaran itu,"kata Dedik.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Dedik juga menyampaikan bahwa kebakaran di Kota Surabaya mengalami penurunan. Tahun 2019 sebanyak 946 kejadian, lalu tahun 2020 sebanyak 694 kejadian, kemudian tahun lalu 2021 sebanyak 644 kejadian.

"Setelah ada kader ini ada penurunan lagi. Ini sampai akhir Februari hanya 56 kejadian saja," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.