Senin, 09 Feb 2026 19:24 WIB

Bandara Notohadinegoro Kini Miliki Layanan BBM Pesawat, Harga Tiket Jadi Lebih Murah

Pengisian bahan bakar pesawat di Bandara Notohadinegoro, Jember.
Pengisian bahan bakar pesawat di Bandara Notohadinegoro, Jember.

selalu.id - Pemerintah Kabupaten Jember meresmikan layanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) pesawat di Bandara Notohadinegoro, Kamis (15/01/2026).
Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional penerbangan sekaligus menurunkan harga tiket pesawat bagi masyarakat.

Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jember Gus Fawait, Anggota DPR RI Kawendra Lukistian, serta jajaran PT Pertamina Patra Niaga sebagai mitra penyedia layanan BBM aviasi.

Baca Juga: Jember Resmi Launching FORPROV Jatim III 2026, KORMI Siap Berikan yang Terbaik

Dalam Sambutannya Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait menyampaikan bahwa beroperasinya layanan BBM pesawat di Bandara Notohadinegoro mengakhiri ketergantungan maskapai terhadap pengisian bahan bakar di bandara lain, seperti Jakarta dan Bali. Kondisi ini yang sebelumnya menyebabkan biaya operasional tinggi dan berdampak langsung pada mahalnya harga tiket,maka Dengan adanya layanan BBM pesawat di Jember, biaya operasional maskapai bisa ditekan serta Dampaknya sudah terasa, harga tiket rute Jember-Jakarta yang sebelumnya mencapai sekitar Rp2 juta kini turun drastis di kisaran Rp1,4 hingga Rp1,5 juta,” Ungkap Gus Fawait.

Ia juga mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak yang terlibat, khususnya PT Pertamina Patra Niaga, dimana penyediaan fasilitas ini dapat merealisasikan dalam waktu kurang dari dua minggu,sehingga, kecepatan tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan konektivitas udara di daerah," terang Gus Bupati

Baca Juga: Persid Jember Tembus 8 Besar, Gus Fawait Siapkan Revitalisasi JSG

 Sementara Anggota DPR RI Kawendra Lukistian dihadapan awak media menjelaskan bahwa penguatan layanan bandara di daerah sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menghadirkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, dimana ia memastikan dukungan penuh dari DPR RI untuk pengembangan Bandara Notohadinegoro ke depan," ujar Kawendra.

Lebih jauh Kawendra menegaskan bahwa Selain layanan BBM pesawat, Pemerintah Kabupaten Jember juga menyiapkan rencana pengembangan infrastruktur bandara, termasuk penambahan panjang landasan pacu sekitar 300 meter. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang penambahan rute penerbangan dan meningkatkan kapasitas pelayanan bandara," tegasnya.

Baca Juga: PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

ia berharap Dengan beroperasinya fasilitas pengisian BBM pesawat ini, Bandara Notohadinegoro Jember diharapkan semakin kompetitif, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat konektivitas Jember dengan berbagai wilayah di seluruh Indonesia," Pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Peredaran Pupuk Bersubsidi Ilegal di Ngawi Digagalkan, 6 Orang Ditetapkan Tersangka

Kasus ini terbongkar setelah petugas menerima informasi pengiriman pupuk bersubsidi ilegal dari Kabupaten Lamongan ke Ngawi.

Jelang Imlek, Salon di Surabaya Diserbu Pelanggan

Banyak masyarakat memilih untuk merapikan penampilan sebagai bentuk persiapan menyambut tahun baru, dengan tren gaya rambut yang semakin beragam dan bebas.

Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya yang menyedot anggaran hingga miliaran rupiah.

Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas, Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru

Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester-II tahun 2026.

Kasus Korupsi Bimtek DPRD Surabaya, Siapa yang Akan Jadi Tersangka?

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya dengan anggaran miliaran rupiah.

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.