Rabu, 22 Jul 2026 04:20 WIB

Bandara Notohadinegoro Kini Miliki Layanan BBM Pesawat, Harga Tiket Jadi Lebih Murah

Pengisian bahan bakar pesawat di Bandara Notohadinegoro, Jember.
Pengisian bahan bakar pesawat di Bandara Notohadinegoro, Jember.

selalu.id - Pemerintah Kabupaten Jember meresmikan layanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) pesawat di Bandara Notohadinegoro, Kamis (15/01/2026).
Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional penerbangan sekaligus menurunkan harga tiket pesawat bagi masyarakat.

Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jember Gus Fawait, Anggota DPR RI Kawendra Lukistian, serta jajaran PT Pertamina Patra Niaga sebagai mitra penyedia layanan BBM aviasi.

Baca Juga: Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Dalam Sambutannya Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait menyampaikan bahwa beroperasinya layanan BBM pesawat di Bandara Notohadinegoro mengakhiri ketergantungan maskapai terhadap pengisian bahan bakar di bandara lain, seperti Jakarta dan Bali. Kondisi ini yang sebelumnya menyebabkan biaya operasional tinggi dan berdampak langsung pada mahalnya harga tiket,maka Dengan adanya layanan BBM pesawat di Jember, biaya operasional maskapai bisa ditekan serta Dampaknya sudah terasa, harga tiket rute Jember-Jakarta yang sebelumnya mencapai sekitar Rp2 juta kini turun drastis di kisaran Rp1,4 hingga Rp1,5 juta,” Ungkap Gus Fawait.

Ia juga mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak yang terlibat, khususnya PT Pertamina Patra Niaga, dimana penyediaan fasilitas ini dapat merealisasikan dalam waktu kurang dari dua minggu,sehingga, kecepatan tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan konektivitas udara di daerah," terang Gus Bupati

Baca Juga: Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

 Sementara Anggota DPR RI Kawendra Lukistian dihadapan awak media menjelaskan bahwa penguatan layanan bandara di daerah sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menghadirkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, dimana ia memastikan dukungan penuh dari DPR RI untuk pengembangan Bandara Notohadinegoro ke depan," ujar Kawendra.

Lebih jauh Kawendra menegaskan bahwa Selain layanan BBM pesawat, Pemerintah Kabupaten Jember juga menyiapkan rencana pengembangan infrastruktur bandara, termasuk penambahan panjang landasan pacu sekitar 300 meter. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang penambahan rute penerbangan dan meningkatkan kapasitas pelayanan bandara," tegasnya.

Baca Juga: Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

ia berharap Dengan beroperasinya fasilitas pengisian BBM pesawat ini, Bandara Notohadinegoro Jember diharapkan semakin kompetitif, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat konektivitas Jember dengan berbagai wilayah di seluruh Indonesia," Pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.