Senin, 02 Feb 2026 06:01 WIB

Banjir Belum Tuntas, Sepanjang 2025 Surabaya Bangun 5 Rumah Pompa dan 56 Km Drainase

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 31 Des 2025 16:44 WIB

selalu.id – Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Surabaya menempatkan pembangunan infrastruktur dasar sebagai salah satu fokus kerja, selain program kemiskinan, pendidikan, dan ekonomi.

Pengendalian banjir dan perbaikan jalan masuk dalam daftar prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021–2026. Namun, efektivitasnya mulai diuji publik menjelang puncak musim hujan 2026.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut pembangunan infrastruktur sebagai pekerjaan kolektif yang tidak bisa dijalankan pemerintah sendiri.

“Pemerintah kota punya semangat bersama DPRD. Dari sekian titik, maka banjir berkurang jadi berapa titik. Harapan kami, masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Eri, Rabu (31/12/2025).

Berdasarkan data Pemkot Surabaya, sepanjang 2025 telah diselesaikan sejumlah proyek pengendalian genangan. Di antaranya pembangunan lima rumah pompa baru dengan kapasitas masing-masing 3,5 meter kubik per detik, serta pembangunan saluran drainase di 233 titik sepanjang 56,36 kilometer.

Selain itu, Pemkot juga melakukan perbaikan dan pengaspalan jalan di 24 lokasi sepanjang 10.285 meter.

Lima rumah pompa baru tersebut dibangun di Jalan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Jalan Karah Agung, Kecamatan Jambangan, Ketintang Madya, Kecamatan Gayungan, Margorejo Indah, Kecamatan Wonocolo, serta Jalan Amir Mahmud, Kecamatan Gunung Anyar.

Menurut Eri, rumah pompa dibutuhkan untuk mempercepat aliran air menuju laut. “Kalau pakai gravitasi, air surutnya lama,” katanya.

Pemkot mengklaim program tersebut berkontribusi menurunkan titik genangan hingga 38 lokasi. Meski demikian, belum seluruh kawasan menunjukkan perbaikan, terutama permukiman padat dan wilayah cekungan.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Sejumlah wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi langganan banjir, termasuk Pakal, disebut mulai lebih aman setelah pembenahan saluran. Pada tahun mendatang, proyek drainase akan diprioritaskan di wilayah Sukomanunggal.

Namun, sebagian pekerjaan terkendala bangunan warga yang menutup saluran air. “Saya minta camat dan LPMK mengingatkan warga. Rumah harus mundur sesuai surat tanahnya,” ujar Eri.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi hambatan utama. “Kalau hujan turun, saluran harus berfungsi,” katanya.

Saat ini, Surabaya memiliki 81 rumah pompa, termasuk lima yang dibangun pada 2025. Setiap rumah pompa dijalankan oleh empat hingga delapan petugas yang berjaga selama 24 jam dan rutin membersihkan saringan pompa saat debit air meningkat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni mengingatkan bahwa pengendalian banjir masih jauh dari tuntas.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

“Surabaya belum tuntas di 2025. Program masih direncanakan hingga 2026. Bahkan untuk target tuntas, kami proyeksikan tahun 2028,” ujarnya.

Ia menyebut faktor geografis Surabaya sebagai muara Sungai Brantas dan wilayah dataran rendah membuat persoalan banjir tidak bisa diselesaikan hanya melalui pembangunan fisik.

DPRD dan Pemkot Surabaya disebut telah menyusun skema pembiayaan alternatif agar proyek pengendalian banjir tidak terhenti akibat keterbatasan APBD.

“Alhamdulillah beberapa tempat yang dulu langganan banjir sudah tidak ada. Tapi belum 100 persen,” tegasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.