Senin, 03 Agu 2026 16:49 WIB

Mantap! Bunda Paud di Surabaya Dapat BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 23 Feb 2022 10:51 WIB
Acara pemberian BPJS Ketenagakerjaan kepada Bunda Paud di Surabaya
Acara pemberian BPJS Ketenagakerjaan kepada Bunda Paud di Surabaya

selalu.id - Sebanyak 4.055 Bunda Paud di Kota Surabaya mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Sebelumnya mereka juga mendapatkan BPJS Kesehatan.

BPJS itu diberikan untuk melindungi Bunda Paud dalam melaksanakan tugasnya dalam mengajar anak-anak Surabaya yang masih dalam masa golden age.

Baca Juga: Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan dengan adanya bantuan BPJS Ketenagakerjaan itu maka kalau terjadi kecelakaan ketika bekerja, bisa ditanggung oleh BPJS. Selain itu, ada jaminan kematian.

"Jadi, banyak yang bisa dilakukan dengan BPJS Ketenagakerjaan ini," kata Eri, di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Selasa (22/2/2022).

Eri menjelaskan bahwa itu penting diberikan karena Bunda Paud itu mendidik anak-anak usia dini yang nantinya akan menjadi orang-orang hebat dan akan menjadi pemimpin di Surabaya maupun Indonesia. Sehingga, ia menitipkan kepada Bunda Paud itu untuk memberikan pengarahan terutama pencegahan kekerasan kepada perempuan dan anak-anak.

"Saya berharap anak-anak ini bisa memiliki kepribadian yang berani, berani mengatakan jika salah itu salah dan jika benar itu benar. Berani mengatakan jika disakiti maupun dibully. Saya berharap kepada njenengan untuk mengajarkan anak-anak ini dengan kasih sayang seorang ibu," katanya.

Ia menambahkan, jika Bunda Paud itu mengajar dengan kasih sayang seorang ibu, kemudian ditambahkan dengan dzikir ketika mengajar, maka dia sangat yakin bahwa kekerasan terhadap ibu dan anak di Surabaya akan hilang, dan anak-anak ini akan menjadi anak yang luar biasa.

Baca Juga: Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

"Saya yakin kerja keras njenengan semuanya akan menjadi amal jariyah yang akan menjadi bekal di akhirat kelak," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani, bersyukur karena selama ini Bunda Paud sudah terlindungi dengan BPJS Kesehatan dari Pemkot Surabaya.

Mulai hari ini, kata dia, perlindungan kepada Bunda Paud semakin lengkap, karena akan mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan.

"Ini sangat penting untuk memberikan manfaat dari hal-hal yang tidak terduga, terutama yang diakibatkan dari terjadinya resiko yang ditimbulkan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik," kata Rini

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Rini menambahkan, atas nama Bunda Paud Kota Surabaya, ia terimakasih banyak kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah membantu memberikan CSR BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, ini adalah upaya untuk melindungi 4.055 Bunda Paud di Kota Surabaya ke depan.

"Semoga ini bisa membantu dan memberikan semangat baru bagi para Bunda Paud di Surabaya," ujarnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.

Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba Diikuti 150 Anggota Komunitas Emak-emak

Perhatian khusus diberikan pada peran keluarga sebagai garis pertahanan paling awal.

Gus Fawait Tegaskan Dana Talangan Rp786,57 Miliar Bukan karena Kas Jember Minus

Fawait menjelaskan, defisit merupakan bagian dari mekanisme teknis penyusunan anggaran yang dapat ditutup melalui SiLPA tahun sebelumnya.

Saksikan Rekan Sejawat Meninggal, Begini Cerita Pilu Penumpang yang Selamat di KM Mutiara Sentosa II

Ketika keadaan makin memburuk, Bambang terpaksa meloncat dari ketinggian sekitar empat meter menuju laut dalam kondisi sudah malam.