Kamis, 04 Jun 2026 07:33 WIB

Tiga Jemaah Haji Hilang 2025, Kemenag Lakukan Tes DNA Keluarga

selalu.id - Kementerian Agama melaksanakan tes DNA secara serentak terhadap keluarga tiga jemaah haji Indonesia yang dinyatakan hilang atau ghoib selama operasional haji 2025. Dua jemaah berasal dari Palembang dan Banjarmasin, sementara satu lainnya, Sukardi, berasal dari Kabupaten Malang.

 

Baca Juga: Peringati Hardiknas, Kakanwil Kemenag Jatim Ajak Perkuat Pendidikan Bermutu dan Berkarakter

Pelaksanaan tes DNA keluarga Sukardi dilakukan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya oleh tim Bidang Laboratorium DNA Rumah Sakit Bhayangkara Pusdokkes Mabes Polri. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang.

 

Kasubdit Transportasi dan Perlindungan Jemaah Haji Reguler Ditjen PHU Kemenag, Sri Darfatihati, mengatakan tes DNA merupakan langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum dan kemanusiaan bagi keluarga jemaah yang dinyatakan hilang. Ia menambahkan kontrak asuransi perlindungan jemaah masih berlaku hingga Februari 2026.

 

"Ini merupakan amanat Menteri Agama agar jemaah yang hilang segera mendapatkan kejelasan, dengan mencocokkan spesimen keluarga dengan jenazah yang belum teridentifikasi di Arab Saudi," jelasnya, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga: Beredar Kebijakan soal Uang Kas Masjid Kini Dikelola Pemerintah, Ini Jawaban Kemenag

 

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang, Abdul Salam, menjelaskan pencarian terhadap Sukardi yang hilang di Makkah sejak 29 Mei 2025 telah dilakukan secara maksimal oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi dan tim Perlindungan Jemaah sejak puncak haji hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia.

 

Baca Juga: Perkuat Pembangunan Keagamaan dan Sosial, Kemenag Jatim Sinergi dengan Pemkab Banyuwangi

"Jemaah telah sah menunaikan ibadah karena dibadalkan, dan hari ini tes DNA ahli waris sebagai upaya lanjutan," ujarnya.

 

Amin Nuruddin (29), anak ketiga Sukardi, mengikuti tes DNA melalui metode dental. Ia berharap proses tersebut dapat memberikan kepastian bagi keluarga. "Kami mohon doa yang terbaik untuk ayahanda," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.