Dorong Ekonomi Biru, Pelindo Kembangkan Wisata Adopsi Karang Karimunjawa
- Penulis : Dony Maulana
- | Rabu, 17 Des 2025 13:11 WIB
selalu.id - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan menerapkan teknologi terumbu buatan Artificial Patch Reef di kawasan Karimunjawa, Jawa Tengah, sebagai upaya mendukung pemulihan ekosistem laut sekaligus pengembangan wisata bahari berkelanjutan.
Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Pelatihan BLS untuk 30 Peserta di Surabaya
Penerapan teknologi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Diponegoro. PT Pelindo Terminal Petikemas menyerahkan empat unit APR berkapasitas sekitar 600 koloni karang kepada kelompok nelayan Omah Karang.
Peresmian pemasangan APR dilaksanakan di Dukuh Nyamplungan, Desa Karimunjawa, pada 10 Desember 2025. Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat nelayan, pemerintah desa dan kecamatan, serta perwakilan Balai Taman Nasional Karimunjawa.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan penerapan teknologi APR dirancang untuk memberikan manfaat lingkungan sekaligus sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir.
“Kami berharap teknologi APR ini dapat memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam menikmati manfaat pariwisata Karimunjawa secara berkelanjutan,” ujarnya kepada selalu.id, Selasa (16/12/2025).
Sebelumnya, kelompok nelayan Omah Karang telah mengembangkan wisata adopsi karang dengan metode konvensional. Melalui penerapan APR–Coral Adoption, pengelolaan wisata diharapkan lebih terstruktur dan terukur serta meminimalkan potensi kerusakan terumbu karang alami.
Baca Juga: Sengketa Lahan Kakek Wawan vs Pelindo Ramai, DPRD Surabaya Minta Publik Tak Seret MBG
Selain penerapan terumbu buatan, PT Pelindo Terminal Petikemas juga menyalurkan bantuan 10 set peralatan selam skin diving serta mesin vacuum untuk pengemasan olahan ikan teri. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, baik di sektor wisata bahari maupun produk olahan perikanan.
Widyaswendra menambahkan program TJSL tersebut difokuskan pada pelestarian ekosistem laut dan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
“Program TJSL ini tidak hanya difokuskan pada pelestarian ekosistem laut, tetapi juga pada upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Kolaborasi dengan akademisi dan masyarakat lokal menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Baca Juga: Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
Sementara itu, inventor teknologi APR dari Pusat Penelitian Ekonomi Biru Undip, Prof. Dr. Munasik, menjelaskan teknologi APR memudahkan pengelolaan wisata adopsi karang di kawasan lindung.
“Penerapan APR memungkinkan penyediaan stok karang yang terkelola dengan baik serta mendukung atraksi transplantasi karang yang sesuai dengan prinsip konservasi,” ujarnya.
Selain penerapan teknologi, program ini juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia. Nelayan setempat mendapatkan pelatihan dan sertifikasi SCUBA Diving, mulai dari Open Water Diver hingga Rescue Diver, serta pelatihan pengelolaan APR–Coral Adoption. Ibu-ibu nelayan di Dukuh Nyamplungan juga memperoleh pelatihan pengolahan hasil perikanan.
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-11742-dorong-ekonomi-biru-pelindo-kembangkan-wisata-adopsi-karang-karimunjawa
