Senin, 03 Agu 2026 19:56 WIB

Kapasitas 5.000 Ekor, RPU Jeruk Lakarsantri Baru Layani 100–200 Ekor per Hari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 05 Des 2025 16:38 WIB

selalu.id – Rumah Potong Unggas (RPU) Jeruk Lakarsantri menjadi salah satu fasilitas pemotongan unggas modern di Surabaya. Namun kapasitas operasional belum sesuai target.

 

Baca Juga: Pedagang Pasar Pabean Surabaya Tolak Pembongkaran Stand Unggas, Minta Pembangunan IPAL

Fasilitas ini diklaim mampu memotong hingga 5.000 ekor unggas per hari. Realisasi pemotongan baru di kisaran 100 sampai 200 ekor per hari.

 

RPU Jeruk Lakarsantri dikelola PT RPH Kota Surabaya Perseroda. Lokasinya berada di kawasan persawahan Jeruk, Lakarsantri yang jauh dari permukiman warga.

 

Direktur Utama PT RPH Kota Surabaya Perseroda Fajar A. Isnugroho memastikan RPU sudah beroperasi sejak Agustus 2025.

“Sudah beroperasi, sejak Agustus sudah jalan,” kata Fajar, Jumat (5/12/2025).

 

Kepala Unit RPU Jeruk Lakarsantri Sindhu menjelaskan rendahnya produksi bukan karena kurang pesanan. Permintaan luar pulau cukup tinggi, tetapi belum dapat dipenuhi karena ketiadaan Air Blast Freezer atau ABF.

“Rata-rata pemotongan masih 100–200 ekor karena tidak ada ABF. Jadi kalau potong sekarang harus langsung kirim, tidak bisa simpan stok,” jelasnya.

 

ABF adalah fasilitas pembekuan cepat bersuhu minus 40 derajat celcius. Peralatan ini dibutuhkan untuk menjaga kualitas daging unggas dalam pengiriman jarak jauh. Harga satu unit ABF berkapasitas 5 ton disebut mencapai sekitar Rp500 juta.

“Kalau pakai freezer biasa, proses beku lama dan kualitas daging bisa turun. ABF itu sangat vital,” tegasnya.

 

RPU sesekali melayani pesanan besar. Salah satunya dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang mencapai sekitar 1 ton atau setara 500 ekor unggas.

“Kapasitas mesin sebenarnya kuat. Untuk 1 ton karkas bisa selesai dalam satu jam,” ujar Sindhu.

 

Proses pemotongan disebut sudah menerapkan standar higienis. Unggas dipingsankan terlebih dahulu dengan voltase tertentu sebelum disembelih.

“Ayam harus pingsan tapi tidak boleh mati. Kita tes tiga ekor dulu, maksimal 30 detik harus bisa berdiri,” katanya.

 

Pemotongan dilakukan mulai pukul 04.00 sampai 14.00 WIB. Jika pesanan meningkat, operasional dapat dimulai pukul 02.00 WIB.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gagal Cari Cuan Pascabebas, Pengedar Sabu di Surabaya Kembali Masuk Bui

Kini, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya tengah memburu sosok pemasok utama berinisial ND yang disinyalir sebagai penyuplai belasan poket sabu tersebut.

Lima Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Berhasil Diidentifikasi

Wahono menyampaikan proses identifikasi masih terus berlangsung.

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.