Sabtu, 07 Nov 2026 05:32 WIB

Kapasitas 5.000 Ekor, RPU Jeruk Lakarsantri Baru Layani 100–200 Ekor per Hari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 05 Des 2025 16:38 WIB

selalu.id – Rumah Potong Unggas (RPU) Jeruk Lakarsantri menjadi salah satu fasilitas pemotongan unggas modern di Surabaya. Namun kapasitas operasional belum sesuai target.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Rp124 Miliar di Lakarsantri, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

Fasilitas ini diklaim mampu memotong hingga 5.000 ekor unggas per hari. Realisasi pemotongan baru di kisaran 100 sampai 200 ekor per hari.

 

RPU Jeruk Lakarsantri dikelola PT RPH Kota Surabaya Perseroda. Lokasinya berada di kawasan persawahan Jeruk, Lakarsantri yang jauh dari permukiman warga.

 

Direktur Utama PT RPH Kota Surabaya Perseroda Fajar A. Isnugroho memastikan RPU sudah beroperasi sejak Agustus 2025.

“Sudah beroperasi, sejak Agustus sudah jalan,” kata Fajar, Jumat (5/12/2025).

 

Kepala Unit RPU Jeruk Lakarsantri Sindhu menjelaskan rendahnya produksi bukan karena kurang pesanan. Permintaan luar pulau cukup tinggi, tetapi belum dapat dipenuhi karena ketiadaan Air Blast Freezer atau ABF.

“Rata-rata pemotongan masih 100–200 ekor karena tidak ada ABF. Jadi kalau potong sekarang harus langsung kirim, tidak bisa simpan stok,” jelasnya.

Baca Juga: Pedagang Pasar Pabean Surabaya Tolak Pembongkaran Stand Unggas, Minta Pembangunan IPAL

 

ABF adalah fasilitas pembekuan cepat bersuhu minus 40 derajat celcius. Peralatan ini dibutuhkan untuk menjaga kualitas daging unggas dalam pengiriman jarak jauh. Harga satu unit ABF berkapasitas 5 ton disebut mencapai sekitar Rp500 juta.

“Kalau pakai freezer biasa, proses beku lama dan kualitas daging bisa turun. ABF itu sangat vital,” tegasnya.

 

RPU sesekali melayani pesanan besar. Salah satunya dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang mencapai sekitar 1 ton atau setara 500 ekor unggas.

“Kapasitas mesin sebenarnya kuat. Untuk 1 ton karkas bisa selesai dalam satu jam,” ujar Sindhu.

 

Proses pemotongan disebut sudah menerapkan standar higienis. Unggas dipingsankan terlebih dahulu dengan voltase tertentu sebelum disembelih.

“Ayam harus pingsan tapi tidak boleh mati. Kita tes tiga ekor dulu, maksimal 30 detik harus bisa berdiri,” katanya.

 

Pemotongan dilakukan mulai pukul 04.00 sampai 14.00 WIB. Jika pesanan meningkat, operasional dapat dimulai pukul 02.00 WIB.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Atas ungkap ini, polisi mengimbau masyarakat dan pemilik bengkel agar lebih waspada saat membeli oli kendaraan, dengan memastikan logo SNI dan izin NPT resmi.

Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi.