Minggu, 20 Sep 2026 15:06 WIB

Kapasitas 5.000 Ekor, RPU Jeruk Lakarsantri Baru Layani 100–200 Ekor per Hari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 05 Des 2025 16:38 WIB

selalu.id – Rumah Potong Unggas (RPU) Jeruk Lakarsantri menjadi salah satu fasilitas pemotongan unggas modern di Surabaya. Namun kapasitas operasional belum sesuai target.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Rp124 Miliar di Lakarsantri, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

Fasilitas ini diklaim mampu memotong hingga 5.000 ekor unggas per hari. Realisasi pemotongan baru di kisaran 100 sampai 200 ekor per hari.

 

RPU Jeruk Lakarsantri dikelola PT RPH Kota Surabaya Perseroda. Lokasinya berada di kawasan persawahan Jeruk, Lakarsantri yang jauh dari permukiman warga.

 

Direktur Utama PT RPH Kota Surabaya Perseroda Fajar A. Isnugroho memastikan RPU sudah beroperasi sejak Agustus 2025.

“Sudah beroperasi, sejak Agustus sudah jalan,” kata Fajar, Jumat (5/12/2025).

 

Kepala Unit RPU Jeruk Lakarsantri Sindhu menjelaskan rendahnya produksi bukan karena kurang pesanan. Permintaan luar pulau cukup tinggi, tetapi belum dapat dipenuhi karena ketiadaan Air Blast Freezer atau ABF.

“Rata-rata pemotongan masih 100–200 ekor karena tidak ada ABF. Jadi kalau potong sekarang harus langsung kirim, tidak bisa simpan stok,” jelasnya.

Baca Juga: Pedagang Pasar Pabean Surabaya Tolak Pembongkaran Stand Unggas, Minta Pembangunan IPAL

 

ABF adalah fasilitas pembekuan cepat bersuhu minus 40 derajat celcius. Peralatan ini dibutuhkan untuk menjaga kualitas daging unggas dalam pengiriman jarak jauh. Harga satu unit ABF berkapasitas 5 ton disebut mencapai sekitar Rp500 juta.

“Kalau pakai freezer biasa, proses beku lama dan kualitas daging bisa turun. ABF itu sangat vital,” tegasnya.

 

RPU sesekali melayani pesanan besar. Salah satunya dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang mencapai sekitar 1 ton atau setara 500 ekor unggas.

“Kapasitas mesin sebenarnya kuat. Untuk 1 ton karkas bisa selesai dalam satu jam,” ujar Sindhu.

 

Proses pemotongan disebut sudah menerapkan standar higienis. Unggas dipingsankan terlebih dahulu dengan voltase tertentu sebelum disembelih.

“Ayam harus pingsan tapi tidak boleh mati. Kita tes tiga ekor dulu, maksimal 30 detik harus bisa berdiri,” katanya.

 

Pemotongan dilakukan mulai pukul 04.00 sampai 14.00 WIB. Jika pesanan meningkat, operasional dapat dimulai pukul 02.00 WIB.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Menjinakkan Leviathan Digital: Menimbang Ulang Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

Ia adalah jeritan awal dari sebuah krisis eksistensial: hukum hak cipta kita gagap dan tersengal-sengal mengejar lompatan zaman.

Jejak Gelap Perempuan asal Jombang dalam Pusaran Bisnis Narkoba di Surabaya

Dari tangan RA polisi menyita 13 kantong plastik isi sabu dengan berat 9,64 gram, 30 butir tablet ekstasi 12,38 gram, hingga uang tunai Rp5,8 juta.

Tega, Ibu Ajak Anak Kandung Threesome Sama Kekasihnya di Sidoarjo

Tak hanya Mawar yang menjadi korban threesome, keponakan dari MT juga dijadikan pelampiasan seksual tak biasa ini.

Gagal Curi Motor: Pelaku Lemparkan Bondet di Pasuruan, Satu Terluka

Petugas melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk melacak pelaku serta keberadaan motor korban.

HUT ke-81 PMI, Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Ratusan Pendonor Darah

Peran pendonor sangat vital dalam menjamin ketersediaan darah untuk layanan kesehatan warga.

Hari Jadi ke-1.097, Pemkab Pasuruan Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng Bangun Daerah

Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo menyebut usia daerah yang sudah melewati satu milenium adalah tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilanjutkan.