Pengendara Terkena Percikan Las, Wali Kota Eri Gercep Tegur Kontraktor Proyek JPO Jalan Tunjungan
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 26 Nov 2025 19:57 WIB
selalu.id - Berdasar pemberitaan selalu.id terkait Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan judul https://selalu.id/news-11565-kena-percikan-las-pengguna-jalan-protes-pengamanan-proyek-jembatan-jalan-tunjungan-surabaya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bakal menindaklanjuti pekerja pembangunan Jembatan Penyeberang Orang (JPO) di Jalan Tunjungan yang kurang pengamanan saat bekerja, usai pengendara terkena percikan las.
“Aku ceknya mas iki swasta,” kata Wali Kota Eri, kepada redaksi Selalu.id, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga: 45 Ribu Peserta PBI JKN Surabaya Dinonaktifkan, Berikut Penjelasan Dinkes
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merisaukan para pengguna jalan yang rawan terkena percikan las saat melintas di bawah proyek tersebut.
Insiden yang terjadi pada Selasa (25/11/2025) itu membuat seorang pengendara motor, Abdul (46), nyaris celaka. Ia mengaku kaget ketika percikan api mengenai tubuhnya saat melaju di kawasan ikon wisata tersebut.
“Aku tadi lewat kok ada percikan dari atas, kena aku. Aku berhenti sebentar, ternyata ada yang sedang nge-las,” ujar Abdul, kepada selalu.id.
Ia menilai pengamanan di lokasi tidak memadai karena hanya menggunakan jaring tipis.
“Kenapa ndak pakai triplek atau seng? Kan bahaya kalau kena pengendara di bawah,” keluhnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas
Menanggapi itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, mengakui adanya kekurangan pengamanan dan memastikan pihaknya langsung berkoordinasi dengan vendor proyek.
“Kita sudah berkomunikasi dengan para pekerja dan vendornya. Tadi sudah langsung dikasih pengaman,” kata Wiwiek.
Ia menyampaikan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk penambahan pengaman fisik di area pekerjaan.
“Nanti kita coba detailkan lagi opsi-opsi yang lain,” tambahnya.
Wiwiek juga membuka opsi penyesuaian jam kerja konstruksi agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Pindah operasional jam adalah salah satu opsi yang nanti kita coba diskusikan. Mungkin saat sepi,” pungkasnya.
Editor : Ading