Rabu, 11 Feb 2026 01:17 WIB

Kena PHK, Pria Mojokerto Beralih Budidaya Cupang hingga Raup Jutaan Rupiah

Dedy Prastiono, 34 tahun, menekuni budidaya ikan cupang
Dedy Prastiono, 34 tahun, menekuni budidaya ikan cupang

selalu.id - Seorang warga Kota Mojokerto berhasil bangkit setelah terkena pemutusan hubungan kerja dari salah satu perusahaan BUMN. Dedy Prastiono, 34 tahun, kini menekuni budidaya ikan cupang di rumahnya di Jalan Kemasan Gang 7, Lingkungan Mergelo, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon.

 

Baca Juga: Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Ratusan botol dan galon bekas ia sulap menjadi wadah berbagai jenis ikan cupang. Usaha ini mulai ia jalankan tiga tahun lalu setelah terkena PHK dari perusahaan tempatnya bekerja di Surabaya.

 

Dedy menyebut usaha tersebut berawal dari kondisi terdesak dan dorongan untuk mencari peluang baru. Ia mulai mencoba setelah berkunjung ke rumah temannya yang sudah lebih dulu membudidayakan cupang.

 

“Awalnya coba-coba gara-gara kepepet karena kondisi. Soalnya apa, kita sebelumnya itu kena PHK, pernah bekerja di salah satu perusahaan BUMN. Terus ada kesentralisasi, kita kena PHK. Di situ habis kena PHK, kita kan bingung. Jadi untuk awal mulanya kita maksimal untuk melangkah ke dunia percupangan. Itu gara-gara kita main ke rumah salah satu teman. Beliau kebetulan juga pemain ikan cupang,” kata Dedy Prastiono, Rabu 19 November 2025.

 

Ia menyediakan berbagai jenis cupang aduan dan hias. Harga yang ditawarkan mulai dari dua puluh ribu rupiah hingga jutaan rupiah sesuai kualitas ikan.

 

Baca Juga: Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

“Sekarang jalan hampir tiga tahun, untuk jenis-jenis di sini hampir lengkap ya. Kurang lebih hampir sembilan puluh jenis ada di sini. Untuk yang paling murah sampai mahal dari harga dua puluh ribu sampai mahal bisa jutaan juga. Tergantung dari kualitas ikannya masing-masing. Banyak jenis juga dari mulai cupang petarung juga ada. Untuk hiasan juga ada. Terus kalau kebetulan untuk jenis-jenis spek kontes, kita belum menyiapkan,” jelasnya.

 

Penjualan dilakukan melalui platform e-commerce dengan pengiriman ke berbagai wilayah di Indonesia.

 

“Pembeli beragam sih macam-macam. Hampir se-Pulau Jawa pernah beli di sini. Bahkan di luar pulau juga. Contohnya kalau misalnya untuk saat ini luar pulau ya Sumatera, Maluku, Ambon, Kalimantan banyak lah. Bahkan di Aceh juga ada pernah. Untuk luar negara, kebetulan kita saat ini masih belum sampai ke sana. Soalnya untuk pengurusan segala macam kan masih ribet. Mungkin enggak tahu untuk ke depannya, kurang lebih nanti bisa dimaksimalkan,” tuturnya.

Baca Juga: Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa

 

Dalam perawatan harian, Dedy dibantu oleh keponakannya. Ia menerapkan metode perawatan sederhana yang tidak memerlukan pergantian air setiap hari.

 

“Dibantu keponakan. Lerawatan ikan cupang itu lebih simple. Pergantian air yang enggak harus setiap hari. Bisa tiga hari, bahkan bisa satu minggu, dua minggu, bahkan satu bulan. Bisa tergantung dari kondisi atau kondisi tempatnya aja. Kalau misalnya untuk pergantian air lebih lama, itu saya rekomendasi bahwanya itu dikasih entah pasir malang. Ini kan contoh ya, dikasih pasir malang. Nanti untuk tambahan lagi bisa dikasih tanaman hidup atau aquascape yang sekarang ini kan banyak itu nanti ada fungsinya dari pasir malang, tanaman hidup, kayak tanaman hidup nanti kan bisa menyerap amonia atau sisa-sisa makanan, atau kotoran, segala macam dan juga berfungsi nanti untuk tanaman hidupnya nanti juga kan untuk tambahan oksigen juga untuk si ikan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Para kader mengaku terpukul dan tak menyangka sosok yang selama ini menjadi pengayom partai itu pergi begitu cepat.

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Cak Awi dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Cak Awi, sapaan akrab-Dominikus Adi Sutarwijono, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

PDS Gelar Edukasi Keselamatan Kebakaran untuk Anak-anak dalam Rangka Bulan K3

Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Barunawati ini diikuti sebanyak 44 anak TK dan 29 siswa kelas 1 SD Barunawati Surabaya.