Selasa, 21 Jul 2026 16:42 WIB

Pendapatan Jatim Turun Rp1,96 Triliun, Gerindra Tetap Setujui APBD 2026

Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Budiono
Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Budiono

selalu.id – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna Sabtu 15 November 2025. Persetujuan diberikan meski pendapatan daerah diperkirakan turun signifikan.

 

Baca Juga: Wisata Surabaya Dinilai Minim Kontribusi PAD, DPRD Singgung KBS

Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Budiono, menyampaikan bahwa pendapatan tahun 2026 diproyeksikan turun 6,94 persen atau sekitar Rp1,96 triliun. Menurutnya, penurunan ini menjadi catatan penting dalam pembahasan anggaran.

 

"Kami menyadari adanya tantangan besar terkait penurunan pendapatan ini. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, Fraksi Gerindra memutuskan untuk tetap menyetujui Raperda APBD 2026 agar program pembangunan di Jawa Timur tetap berjalan," ujar Budiono, Senin 17 November 2025.

 

Budiono menjelaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 66 persen dari total pendapatan. PKB dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan menjadi penopang utama PAD. Gerindra meminta optimalisasi pemungutan pajak melalui digitalisasi dan pembaruan basis data wajib pajak.

 

Fraksi Gerindra juga menyoroti penurunan Transfer ke Daerah sebesar Rp2,8 triliun atau sekitar 24 persen dibanding alokasi tahun 2025. Penurunan ini disebabkan berkurangnya DAU, DAK, dan DBH.

 

Baca Juga: APBD 2026 Jatim Disorot, Pengangguran Lulusan SMK SMA Dinilai Mengkhawatirkan

"Penurunan TKD ini akan berdampak pada kemampuan pembiayaan program-program prioritas. Oleh karena itu, kami meminta pihak eksekutif untuk tetap menjaga agar pembangunan tetap berjalan dengan efisien," tegas Budiono.

 

Gerindra menilai pengelolaan aset daerah belum optimal. Banyak aset yang belum dimanfaatkan untuk mendorong PAD. Revitalisasi BUMD juga menjadi perhatian, termasuk evaluasi kerja sama dan penataan anak perusahaan yang dinilai tidak efisien.

 

Meski belanja modal turun, Gerindra meminta agar infrastruktur tetap diprioritaskan. Perbaikan jalan, jembatan, irigasi, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan disebut krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Baca Juga: Defisit Mengintai, APBD Jatim 2026 Turun Rp2,8 Triliun akibat Pemangkasan TKD

 

Fraksi Gerindra memberikan sejumlah rekomendasi kepada eksekutif. Rekomendasi tersebut meliputi optimalisasi pemungutan pajak, revitalisasi BUMD, digitalisasi inventaris aset daerah, konsolidasi belanja dengan prinsip value for money, serta evaluasi program agar penggunaan anggaran tepat sasaran.

 

Dengan mempertimbangkan berbagai catatan tersebut, Fraksi Gerindra menyatakan menerima dan menyetujui Raperda APBD Jatim 2026 untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.