Selasa, 29 Sep 2026 00:19 WIB

Wali Kota Eri Bantah SILPA Rp234 M Mengendap, Sebut untuk Gaji dan Operasional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Okt 2025 12:24 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp234,44 miliar bukan dana mengendap. Ia menyebut dana itu bagian dari sistem keuangan rutin yang digunakan untuk membayar kebutuhan wajib setiap bulan.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Perwali PRT, Tak Hanya Pekerja tapi Juga Lindungi Agen P3RT

Eri menjelaskan, pengelolaan keuangan daerah harus disesuaikan dengan arus pendapatan dan jadwal belanja Pemkot Surabaya. Sebagian besar sumber pendapatan kota ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga pelaksanaan proyek tidak bisa langsung dimulai di awal tahun.

 

“Pendapatan kita 75 persen dari PAD asli. Yang dari pusat itu seperti DAU (Dana Alokasi Umum). Jadi setiap bulan memang harus ada uang yang tetap ada makanya muncul SILPA,” ujar Eri, Rabu (29/10/2025).

 

Menurutnya, dana SILPA digunakan untuk kebutuhan rutin seperti gaji pegawai, listrik, dan air yang harus dibayar tepat waktu setiap bulan.

 

“Belanja wajib itu harus tersimpan, tidak boleh digunakan untuk hal lain. Nilainya sekitar Rp400–Rp500 juta per bulan,” jelasnya.

 

Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu menambahkan, dana tersebut wajib tersimpan minimal dua bulan agar kebutuhan rutin Pemkot tidak terganggu.

 

“Kalau berani, uang itu bisa langsung dikeluarkan setiap bulan. Tapi kita harus pastikan aman dulu dua bulan ke depan,” tuturnya.

 

Eri menambahkan, proyek fisik di Surabaya biasanya baru dimulai pertengahan tahun karena proses lelang menunggu PAD masuk.

Baca Juga: Kisah Pilu ART Diperas hingga Disekap Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

 

“Kita nunggu PAD dulu, baru bisa lelang. Biasanya lelangnya Maret–April, jadi proyek selesai November,” ungkapnya.

 

Selain PAD, dana transfer dari pusat seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) juga tidak turun di awal tahun, melainkan per triwulan.

 

“Jadi kalau uang itu baru masuk, kita nggak bisa langsung pakai. Harus disesuaikan dengan alur kasnya,” katanya.

 

Eri memastikan pengelolaan SILPA di Surabaya sesuai mekanisme keuangan daerah dan tidak ada dana yang sengaja diparkir tanpa tujuan.

Baca Juga: Cerita Wali Kota Eri Bebaskan ART yang Disandera Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

 

“Yang salah itu kalau uang masuk Januari tapi dibiarkan sampai akhir tahun. Itu baru keliru,” tegasnya.

 

Ia juga mendukung pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang melarang pemda menyimpan kas di Bank Pembangunan Daerah (BPD) di luar wilayahnya.

 

“Kalau uang Surabaya ditaruh di bank Jakarta, itu salah. Tapi kalau uangnya disimpan untuk kebutuhan rutin yang bisa dipertanggungjawabkan tiap bulan, itu justru wajib,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pembunuhan Berantai di Afsel, Korban Capai 30 Orang Lebih

Tragedi berdarah yang merenggut lebih dari 30 nyawa ini makin mempertegas krisis kejahatan kekerasan yang kian mengkhawatirkan.

Momen Presiden Prabowo Melayat ke Rumah Megawati, Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Kehadiran Presiden beserta jajaran menjadi bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga besar yang ditinggalkan.

Bocoran Subsidi BBM di RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna Besok

Guna menekan ketergantungan masyarakat terhadap LPG, terutama yang berbasis impor, pemerintah terus menggenjot penyediaan sumber energi alternatif.

Hasil FIFA Asean Cup 2026: Indonesia vs Malaysia Berbagi Satu Poin

Malaysia masih berada di posisi teratas grup A Fifa Asean Cup 2026 disusul Indonesia di posisi kedua.

Fifa Asean Cup 2026: Babak Pertama Indonesia Vs Malaysia, Gol Hubner Dianulir

Menit ke-36, Thom Haye diganjar kartu merah setelah melanggar Arif Aiman.

Aksi Dua Pria Gasak Motor Karyawan Klinik di Mojokerto Terekam CCTV

Dua pelaku terekam mengendarai motor dari arah Ngoro.