Rabu, 05 Agu 2026 21:12 WIB

Wali Kota Eri Bantah SILPA Rp234 M Mengendap, Sebut untuk Gaji dan Operasional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Okt 2025 12:24 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp234,44 miliar bukan dana mengendap. Ia menyebut dana itu bagian dari sistem keuangan rutin yang digunakan untuk membayar kebutuhan wajib setiap bulan.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan

Eri menjelaskan, pengelolaan keuangan daerah harus disesuaikan dengan arus pendapatan dan jadwal belanja Pemkot Surabaya. Sebagian besar sumber pendapatan kota ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga pelaksanaan proyek tidak bisa langsung dimulai di awal tahun.

 

“Pendapatan kita 75 persen dari PAD asli. Yang dari pusat itu seperti DAU (Dana Alokasi Umum). Jadi setiap bulan memang harus ada uang yang tetap ada makanya muncul SILPA,” ujar Eri, Rabu (29/10/2025).

 

Menurutnya, dana SILPA digunakan untuk kebutuhan rutin seperti gaji pegawai, listrik, dan air yang harus dibayar tepat waktu setiap bulan.

 

“Belanja wajib itu harus tersimpan, tidak boleh digunakan untuk hal lain. Nilainya sekitar Rp400–Rp500 juta per bulan,” jelasnya.

 

Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu menambahkan, dana tersebut wajib tersimpan minimal dua bulan agar kebutuhan rutin Pemkot tidak terganggu.

 

“Kalau berani, uang itu bisa langsung dikeluarkan setiap bulan. Tapi kita harus pastikan aman dulu dua bulan ke depan,” tuturnya.

 

Eri menambahkan, proyek fisik di Surabaya biasanya baru dimulai pertengahan tahun karena proses lelang menunggu PAD masuk.

Baca Juga: Uji Coba Perlinsos Digital Surabaya Tembus 99,94 Persen, Puluhan Ribu Bansos Salah Sasaran juga Sukses Ditekan

 

“Kita nunggu PAD dulu, baru bisa lelang. Biasanya lelangnya Maret–April, jadi proyek selesai November,” ungkapnya.

 

Selain PAD, dana transfer dari pusat seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) juga tidak turun di awal tahun, melainkan per triwulan.

 

“Jadi kalau uang itu baru masuk, kita nggak bisa langsung pakai. Harus disesuaikan dengan alur kasnya,” katanya.

 

Eri memastikan pengelolaan SILPA di Surabaya sesuai mekanisme keuangan daerah dan tidak ada dana yang sengaja diparkir tanpa tujuan.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

 

“Yang salah itu kalau uang masuk Januari tapi dibiarkan sampai akhir tahun. Itu baru keliru,” tegasnya.

 

Ia juga mendukung pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang melarang pemda menyimpan kas di Bank Pembangunan Daerah (BPD) di luar wilayahnya.

 

“Kalau uang Surabaya ditaruh di bank Jakarta, itu salah. Tapi kalau uangnya disimpan untuk kebutuhan rutin yang bisa dipertanggungjawabkan tiap bulan, itu justru wajib,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Salah satu kasus yang jadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik tinggi.