Minggu, 27 Sep 2026 18:03 WIB

Kisah Pilu ART Diperas hingga Disekap Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 27 Sep 2026 17:20 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak langsung ke tempat penyaluran ART yang disandera dan diperas, di kawasan Gunung Anyar Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak langsung ke tempat penyaluran ART yang disandera dan diperas, di kawasan Gunung Anyar Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Niat hati ingin memperbaiki ekonomi keluarga, Siti Cholifah justru terjebak dalam pusaran masalah yang membikin dadanya sesak.

Ia yang mencari nafkah sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) malah membawanya pada penampungan pengap dan tumpukan denda yang tak masuk akal.

Baca Juga: Cerita Wali Kota Eri Bebaskan ART yang Disandera Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

Semua bermula dari sapuan jemari Cholifah di layar ponselnya. Lewat linimasa TikTok, sebuah unggahan penyalur jasa ART di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, memikat perhatiannya.

Promosinya begitu menggiurkan. Cukup menunggu dua hingga tiga hari, pekerjaan langsung didapat dengan iming-iming gaji Rp3 juta per bulan.

Tanpa curiga, Cholifah mendaftar hingga akhirnya diberangkatkan ke Bali. Namun, baru sepekan mengadu nasib di Pulau Dewata, nasib membawanya kembali ke titik mula.

Konflik internal di keluarga majikan membuatnya harus dipulangkan ke tempat penampungan di Gunung Anyar.

Bukannya solusi yang didapat, penderitaan Cholifah justru baru dimulai. Saat menyatakan keinginannya untuk pulang ke rumah, pihak penyalur menyodorkan angka yang membuatnya terperanjat. Ia diwajibkan membayar denda sebesar Rp3,5 juta.

Meski dipotong gaji sepekan kerjanya sebesar Rp417.000, Cholifah masih harus menanggung beban denda sebesar Rp3,083 juta. Bagi seorang pencari suaka ekonomi seperti dirinya, angka itu bak gunung yang tak mungkin didaki.

"Saya merasa sakit hati. Masa saya mau pulang begitu saja tidak boleh. Saya tidak melakukan apa-apa di sana. Saya bilang kepada anak saya, 'Ayo, Le, lapor ke Pak Wali Kota'," tutur Cholifah dengan nada suara yang masih menyimpan getir.

Baca Juga: Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Tak habis akal, laporan tersebut sampai ke telinga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Mendengar rintihan warganya, orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu bergerak cepat mendatangi lokasi penampungan di Gunung Anyar.

Di sana, tabir suram tempat penyaluran tersebut makin tersingkap. Udara di dalam kamar penampungan terasa pengap dan tak layak.

Tak hanya Cholifah, Eri menemukan beberapa pekerja lain yang bernasib serupa. Suasana makin mengharu biru saat ditemukan dua pekerja asal Malang, di mana salah satunya terkulai lemas, tak mampu lagi melangkah akibat sakit parah pada kedua kakinya.

"Sejak malam dia terus menangis dan mengeluhkan kedua kakinya sakit," ungkap Eri menceritakan kondisi pekerja malang tersebut.

Seketika, ambulans dipanggil untuk melarikan pekerja yang sakit ke rumah sakit demi penanganan medis, sebelum akhirnya dipastikan pulang ke Malang dengan selamat.

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Eri kemudian mengumpulkan seluruh pekerja satu per satu, menanyakan kepastian hati mereka. Jawabannya seragam. Mereka semua hanya ingin pulang.

Lewat ketegasan dan komunikasi intensif dengan pihak penyalur, tembok ketakutan itu akhirnya roboh.

Pihak perusahaan menyerah dan mengembalikan seluruh uang pekerja yang sempat ditahan tanpa sisa. Denda yang membayangi pun gugur seketika.

Hari itu, kisah sengsara di balik bilik pengap Gunung Anyar Surabaya berakhir lega. Para pekerja yang sempat tertahan akhirnya bisa menghirup udara bebas dan kembali ke pelukan keluarga masing-masing.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Foto: Perjuangan Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Setibanya di Banjarmasin, para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi serta penanganan medis oleh tim ahli.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Tapi Hati-hati dengan Hasutan

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Kali ini banyak kabar gembira datang.

Aksi Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Sebanyak tujuh korban berhasil dievakuasi melalui jalur udara menggunakan dua helikopter milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Dompet Boneka Harimau di Balik Rahasia Gelap Peredaran Sabu Jaringan Bangkalan

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya kini terus melakukan pendalaman dan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya.

Kebakaran TPA Belahantengah Mojokerto, 60 Persen Timbunan Sampah Ludes

Si jago merah pertama kali muncul di bagian belakang gedung tempat pemilahan sampah.

Hari Jantung Sedunia, RS Kemenkes Surabaya Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kardiovaskular

Masyarakat diimbau mampu mengelola stres dengan baik, memastikan waktu istirahat cukup, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.