Jumat, 06 Nov 2026 22:54 WIB

Warga Apartemen Bale Hinggil Wadul Pemkot, Protes Pemutusan Air dan Listrik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Okt 2025 21:51 WIB
Warga Apartemen Balae Hinggil
Warga Apartemen Balae Hinggil

selalu.id - Puluhan warga Apartemen Bale Hinggil, Surabaya, mendatangi kantor Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Senin (13/10/2025). Mereka menuntut hak dasar berupa air dan listrik yang telah terputus sejak April 2025.

Kedatangan warga ke DPRKPP merupakan bentuk protes atas buntunya penyelesaian antara penghuni dan pihak pengelola apartemen.

Baca Juga: Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Warga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turun tangan dan memerintahkan pengelola segera memenuhi kewajiban dasar kepada penghuni.

“Kami sudah berbulan-bulan tanpa air dan listrik karena belum ada titik temu antara warga dan pengelola,” ujar Hariyangsih, perwakilan warga Apartemen Bale Hinggil.

Menurutnya, kondisi tanpa listrik dan air telah menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. Hariyangsih menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar bukanlah fasilitas tambahan, melainkan hak yang dijamin undang-undang.

“Kami hanya ingin hak kami dipenuhi. Listrik dan air itu kebutuhan pokok, bukan fasilitas tambahan,” tegasnya.

Selain menuntut pemulihan fasilitas dasar, warga juga mendesak Pemkot Surabaya menindak tegas PT Tlatah Gema Anugerah, pengelola sekaligus pengembang Apartemen Bale Hinggil.

Perusahaan tersebut disebut memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencapai sekitar Rp7 miliar.

“Kalau pengembang masih menunggak PBB tapi bersikap sewenang-wenang ke warga, itu tidak adil. Kami berharap Pemkot memberikan tindakan tegas,” ujar Hariyangsih.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bangun Shortcut Saluran Atasi Genangan di Semolowaru

Warga juga menuding adanya perlakuan diskriminatif dalam akses listrik dan air. Mereka menemukan beberapa unit yang belum membayar iuran pemeliharaan lingkungan (IPL), namun tetap mendapat layanan.

“Ini jelas tidak adil. Ada yang belum bayar tapi listrik dan airnya tetap menyala, sementara kami yang taat justru diputus,” katanya.

Dalam pertemuan di DPRKPP, warga menyerahkan surat resmi berisi tuntutan mereka, termasuk permintaan agar Akta Jual Beli (AJB) segera diterbitkan. Padahal, sejumlah penghuni sudah melunasi pembayaran unit sejak lama.

“Kami sudah bayar lunas, tapi sampai sekarang AJB belum juga ditandatangani. Kami butuh kepastian hukum atas tempat tinggal kami,” tegasnya.

Hariyangsih menambahkan, warga menduga dana pembayaran yang seharusnya disetorkan untuk pajak justru tidak sampai ke pemerintah daerah.

Baca Juga: DPRD Surabaya Pertanyakan Ratusan Miliar Anggaran Kecamatan Masuk Pos Pendidikan

Karena itu, mereka telah melaporkan dugaan pelanggaran tersebut ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, KPK, dan kepolisian.

“Ini bukan lagi soal administrasi, tapi soal kejujuran dan tanggung jawab,” ujarnya.

Warga berharap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung menengahi konflik yang sudah berlarut ini.

“Kami percaya Pak Wali bisa memberi keadilan bagi warga yang selama ini terabaikan,” pungkas Hariyangsih.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Atas ungkap ini, polisi mengimbau masyarakat dan pemilik bengkel agar lebih waspada saat membeli oli kendaraan, dengan memastikan logo SNI dan izin NPT resmi.

Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi. 

Kisah Pilu Warga Madiun Bayar Utang Bank Orang Lain Rp170 Juta, Rumah juga Terancam Dilelang

Langkah berat itu terpaksa ia tempuh semata-mata demi pertahankan rumah tinggalnya di Sukomoro, Nganjuk yang ia beli secara sah sejak 13 tahun lalu.