Jumat, 18 Sep 2026 05:56 WIB

Warga Apartemen Bale Hinggil Wadul Pemkot, Protes Pemutusan Air dan Listrik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Okt 2025 21:51 WIB
Warga Apartemen Balae Hinggil
Warga Apartemen Balae Hinggil

selalu.id - Puluhan warga Apartemen Bale Hinggil, Surabaya, mendatangi kantor Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Senin (13/10/2025). Mereka menuntut hak dasar berupa air dan listrik yang telah terputus sejak April 2025.

Kedatangan warga ke DPRKPP merupakan bentuk protes atas buntunya penyelesaian antara penghuni dan pihak pengelola apartemen.

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Warga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turun tangan dan memerintahkan pengelola segera memenuhi kewajiban dasar kepada penghuni.

“Kami sudah berbulan-bulan tanpa air dan listrik karena belum ada titik temu antara warga dan pengelola,” ujar Hariyangsih, perwakilan warga Apartemen Bale Hinggil.

Menurutnya, kondisi tanpa listrik dan air telah menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. Hariyangsih menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar bukanlah fasilitas tambahan, melainkan hak yang dijamin undang-undang.

“Kami hanya ingin hak kami dipenuhi. Listrik dan air itu kebutuhan pokok, bukan fasilitas tambahan,” tegasnya.

Selain menuntut pemulihan fasilitas dasar, warga juga mendesak Pemkot Surabaya menindak tegas PT Tlatah Gema Anugerah, pengelola sekaligus pengembang Apartemen Bale Hinggil.

Perusahaan tersebut disebut memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencapai sekitar Rp7 miliar.

“Kalau pengembang masih menunggak PBB tapi bersikap sewenang-wenang ke warga, itu tidak adil. Kami berharap Pemkot memberikan tindakan tegas,” ujar Hariyangsih.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Warga juga menuding adanya perlakuan diskriminatif dalam akses listrik dan air. Mereka menemukan beberapa unit yang belum membayar iuran pemeliharaan lingkungan (IPL), namun tetap mendapat layanan.

“Ini jelas tidak adil. Ada yang belum bayar tapi listrik dan airnya tetap menyala, sementara kami yang taat justru diputus,” katanya.

Dalam pertemuan di DPRKPP, warga menyerahkan surat resmi berisi tuntutan mereka, termasuk permintaan agar Akta Jual Beli (AJB) segera diterbitkan. Padahal, sejumlah penghuni sudah melunasi pembayaran unit sejak lama.

“Kami sudah bayar lunas, tapi sampai sekarang AJB belum juga ditandatangani. Kami butuh kepastian hukum atas tempat tinggal kami,” tegasnya.

Hariyangsih menambahkan, warga menduga dana pembayaran yang seharusnya disetorkan untuk pajak justru tidak sampai ke pemerintah daerah.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Karena itu, mereka telah melaporkan dugaan pelanggaran tersebut ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, KPK, dan kepolisian.

“Ini bukan lagi soal administrasi, tapi soal kejujuran dan tanggung jawab,” ujarnya.

Warga berharap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung menengahi konflik yang sudah berlarut ini.

“Kami percaya Pak Wali bisa memberi keadilan bagi warga yang selama ini terabaikan,” pungkas Hariyangsih.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.

AAI Gelar Munaslub dan Dialog Terbuka soal Masa Depan Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.

Kebakaran Landa Pabrik Sepatu di Mojokerto, Gudang Bahan Baku di Lantai 2 Hangus

Api pertama kali terlihat muncul dari lantai 2 yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan bahan baku alas kaki.

Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Melalui program ini, setiap ASN didorong untuk membantu mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.