Rabu, 21 Okt 2026 01:19 WIB

63 Santri Tewas, Pemerintah Pusat Tanggung Biaya Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo

selalu.id – Pemerintah pusat akan memberikan bantuan bagi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Peristiwa tersebut menimbulkan puluhan korban jiwa dan luka-luka.

 

Baca Juga: Momen Forwan Surabaya Berbagi di Panti Werda Hargodadali: Sumbangkan Uang Tunai hingga Beras

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung lokasi kejadian dan menjenguk korban di RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (10/10/2025) sore. Ia memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh kepada korban dan keluarga.

 

“Pemerintah pusat dan daerah akan berkolaborasi untuk memberikan pendampingan, bantuan kesehatan, pendidikan, serta perlindungan sosial yang dibutuhkan oleh keluarga korban dan mereka yang terluka,” ujar Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul.

 

Data sementara menunjukkan 63 santri meninggal dunia, dengan 12 di antaranya masih dalam proses identifikasi. Sebanyak 74 santri mengalami luka ringan dan 24 lainnya luka berat.

 

Pemerintah akan menanggung seluruh biaya perawatan dan pemulihan korban luka. Santunan juga disiapkan bagi keluarga korban meninggal dunia.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada santri yang mengalami disabilitas akibat peristiwa ini. Pemerintah akan bekerja sama dengan Komisi Disabilitas Nasional untuk memastikan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi.

 

“Kami akan memberikan saran dan dukungan kepada santri-santri yang mungkin kehilangan anggota tubuhnya akibat kejadian ini,” kata Gus Ipul.

 

Pemerintah juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk memberikan beasiswa bagi santri terdampak. “Insya Allah, pendidikan mereka akan terjamin. Baik melalui beasiswa dari pihak swasta maupun dukungan langsung dari pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

Gus Ipul mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam membantu penanganan korban. “Saya melihat sendiri bagaimana semua pihak bahu-membahu membantu para korban dan keluarga mereka. Ini adalah wujud solidaritas yang luar biasa,” ujarnya.

 

Pemerintah masih melakukan asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang paling sesuai bagi setiap korban. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.