Sabtu, 07 Nov 2026 00:03 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Gandeng ULM Tangani Krisis Sampah di Telaga Biru

selalu.id – PT Pelindo Terminal Petikemas berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) meluncurkan program “Pendampingan Penanganan Darurat Sampah dan Edukasi Masyarakat” sebagai langkah respons terhadap krisis sampah di Kelurahan Telaga Biru, Kota Banjarmasin.

 

Baca Juga: Perdagangan Meningkat: Arus Peti Kemas Tumbuh 5,8 Persen, Tembus 10,31 Juta TEUs

Krisis ini muncul setelah penutupan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih pada Februari 2025 yang menyebabkan terganggunya sistem pembuangan sampah domestik, sehingga timbunan sampah rumah tangga meningkat dan tidak tertangani secara optimal.

 

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang difokuskan pada pendampingan teknis dan edukatif dalam pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada masyarakat di 44 RT Kelurahan Telaga Biru.

 

SVP Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan tumpukan sampah akibat krisis tersebut dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi warga. “Pelindo Petikemas hadir untuk membantu masyarakat Telaga Biru dengan memberikan edukasi dan pendampingan langsung,” ujarnya.

 

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Ia menambahkan, penanganan sampah membutuhkan gotong royong berbagai pihak, mulai dari dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat. “Melalui intervensi edukasi, pelibatan kader lingkungan, serta penguatan koordinasi kelembagaan lokal, kami berharap tercipta ekosistem pengelolaan sampah yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

 

Ketua Tim Pelaksana Program Kolaborasi ULM, Dr. Irwansyah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa ULM menyambut baik sinergi bersama PT Pelindo Terminal Petikemas untuk menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan darurat sampah di Banjarmasin. “Kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia akademik, industri, dan masyarakat dalam menumbuhkan kepedulian serta aksi kolektif menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.

 

Baca Juga: Gandeng Bappenas, Pelindo Bidik Muatan Balik Komoditas Papua Selatan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, juga mengapresiasi program tersebut. “Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin, kami menyambut baik inisiatif ini. Program TJSL Pelindo Terminal Petikemas bersama perguruan tinggi dan masyarakat merupakan langkah nyata dalam menumbuhkan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan,” ujarnya.

 

Kolaborasi antara PT Pelindo Terminal Petikemas, Universitas Lambung Mangkurat, pemerintah daerah, dan masyarakat ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi Telaga Biru, tetapi juga menjadi model kolaboratif yang dapat direplikasi di daerah lain untuk pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Atas ungkap ini, polisi mengimbau masyarakat dan pemilik bengkel agar lebih waspada saat membeli oli kendaraan, dengan memastikan logo SNI dan izin NPT resmi.

Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi.