Selasa, 21 Jul 2026 03:38 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Gandeng ULM Tangani Krisis Sampah di Telaga Biru

selalu.id – PT Pelindo Terminal Petikemas berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) meluncurkan program “Pendampingan Penanganan Darurat Sampah dan Edukasi Masyarakat” sebagai langkah respons terhadap krisis sampah di Kelurahan Telaga Biru, Kota Banjarmasin.

 

Baca Juga: Dukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat, TPK Perawang Serahkan Bantuan Tenda Lipat untuk UMKM

Krisis ini muncul setelah penutupan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih pada Februari 2025 yang menyebabkan terganggunya sistem pembuangan sampah domestik, sehingga timbunan sampah rumah tangga meningkat dan tidak tertangani secara optimal.

 

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang difokuskan pada pendampingan teknis dan edukatif dalam pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada masyarakat di 44 RT Kelurahan Telaga Biru.

 

SVP Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan tumpukan sampah akibat krisis tersebut dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi warga. “Pelindo Petikemas hadir untuk membantu masyarakat Telaga Biru dengan memberikan edukasi dan pendampingan langsung,” ujarnya.

 

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan dalam Ajang Green and Smart Port 2026

Ia menambahkan, penanganan sampah membutuhkan gotong royong berbagai pihak, mulai dari dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat. “Melalui intervensi edukasi, pelibatan kader lingkungan, serta penguatan koordinasi kelembagaan lokal, kami berharap tercipta ekosistem pengelolaan sampah yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

 

Ketua Tim Pelaksana Program Kolaborasi ULM, Dr. Irwansyah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa ULM menyambut baik sinergi bersama PT Pelindo Terminal Petikemas untuk menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan darurat sampah di Banjarmasin. “Kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia akademik, industri, dan masyarakat dalam menumbuhkan kepedulian serta aksi kolektif menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.

 

Baca Juga: Perkuat Budaya K3, Pelindo Terminal Petikemas Gelar Ngobras  

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, juga mengapresiasi program tersebut. “Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin, kami menyambut baik inisiatif ini. Program TJSL Pelindo Terminal Petikemas bersama perguruan tinggi dan masyarakat merupakan langkah nyata dalam menumbuhkan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan,” ujarnya.

 

Kolaborasi antara PT Pelindo Terminal Petikemas, Universitas Lambung Mangkurat, pemerintah daerah, dan masyarakat ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi Telaga Biru, tetapi juga menjadi model kolaboratif yang dapat direplikasi di daerah lain untuk pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.