Jumat, 05 Jun 2026 02:45 WIB

Ditahan Imbang Persela 2-2, Langkah Persebaya Menuju Gelar Juara Semakin Berat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 11 Feb 2022 19:02 WIB
Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya

selalu.id - Persebaya meraih hasil kurang memuaskan dalam lanjutan BRI Liga I 2021/2022 melawan Persela Lamongan di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Bali tadi malam (10/2/2022).

Persebaya ditahan imbang 2-2 oleh Persela Lamongan. Gol Persebaya dicetak melalui dua pemain asingnya, Taisei Marukawa menit ke-6 dan Arsenio Valpoort menit ke-61 sementara Persela melalui Radiansyah menit ke-32 dan Al Jaberi menit akhir (90+2).

Baca Juga: Persebaya Surabaya Perpanjang Kontrak Francisco Rivera

Persebaya memulai laga babak pertama dengan baik ketika Marukawa mencetak gol dengan memanfaatkan salah umpan kiper Persela, Rio Agata dengan tendangan ke kanan gawang. Persebaya sempat menambah gol melalui Arsenio Valpoort menit ke-22 namun,tidak disahkan karena menurut wasit Rohaendi sebelum masuk ke gawang,bola terlebih dahulu mengenai tangan Valpoort.

Keputusan wasit ini diprotes oleh para pemain Persebaya karena sebelumnya wasit sempat mensahkan gol tersebut. Tidak kali ini saja Persebaya mendapat perlakuan tidak adil dari wasit. Di pertandingan-pertandingan sebelumnya juga sering mendapat hal yang sama.

Keunggulan Persebaya tidak bertahan lama. Di menit ke-32,melalui kemelut di depan gawang, Radiansyah mampu menyundul bola melewati kiper Ernando Ari. Skor 1-1 bertahan sampai peluit babak pertama dibunyikan.

Baca Juga: Ada yang Bertahan, Ada yang Pergi: Bruno Paraiba Resmi Tinggalkan Persebaya

Di babak kedua, Persebaya tetap menyerang dan akhirnya di menit ke-61,sundulan dari Arsenio Valpoort membuat Persebaya unggul 1-2. Ketika pertandingan akan selesai,sundulan dari Al Jaberi membuat Persebaya pulang dengan 1 angka.

Hasil ini memperberat langkah Persebaya menuju gelar juara karena masih selisih 5 poin dari pemuncak klasmen, Bhayangkara dan berpotensi disalib oleh Persib Bandung yang hanya berselisih 1 poin dan baru bertanding nanti malam (lawan PSS Sleman). Sementara Persela tetap berada di zona degradasi bersama dengan Persiraja dan Barito Putera. (FDB/SL1)

Baca Juga: Tampil Konsisten Sepanjang Musim, Persebaya Perpanjang Kontrak Francisco Rivera

Susunan pemain
Persela (4-3-3) :
12. R. Agata; 3. Demerson, 6. Guilherme Batata, 17. S. Ferizal, 23. M. Kaharuddin (4. A. Wahyudi 90+1); 30. Al Jaberi, 32. S. Wijianto, 18. G. Zola (55. T. Rahman 66), 78. Radiansyah, 97. I. Fathoni, 28. I. Kosepa (77. M. Risaldi 46)

Persebaya (4-3-3)
21. E. Ari; 4. A. Sesay, 3. Reva Adi, 28. Arif Satria, 47. Arizky Wahyu Satria (33. K. Araya 76); 96. M. Hidayat, 8. O. Fernando (45. J. Yoga 46), 23. A. Setiawan; 99. Bruno Moreira (57. A. Firmansyah 90+4), 10. T. Marukawa, 92. A. Valpoort (66. D. Kurniawan 76)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.