Selasa, 28 Jul 2026 17:19 WIB

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

  • Penulis : Ariyanto
  • | Sabtu, 13 Jun 2026 11:53 WIB
Kantor PDAM Delta Tirta Sidoarjo (dok.instagram)
Kantor PDAM Delta Tirta Sidoarjo (dok.instagram)

selalu.id - Proses seleksi Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Salah satu peserta seleksi calon Direktur Pelayanan, Sigit Imam Basuki, mengungkapkan adanya dugaan kecurangan dalam tahapan uji kelayakan dan kepatutan yang saat ini masih berlangsung.

Sigit mengaku menjadi saksi adanya dugaan praktik menyontek yang dilakukan oleh dua peserta lain berinisial B dan E. Menurutnya, dugaan tersebut tidak hanya diketahui dirinya, tetapi juga beberapa peserta lain yang berada di sekitar lokasi ujian, Jumat (12/6/2026). 

Baca Juga: Forkopimda Sidoarjo Siap Berantas Prostitusi hingga Miras Ilegal

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada peserta yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut. Jadi setidaknya ada tiga orang yang melihat langsung," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dugaan kecurangan itu berupa catatan yang diduga berisi kunci jawaban dan ditulis pada kaki salah satu peserta. Menurutnya, persoalan yang perlu menjadi perhatian bukan semata-mata hasil tes, melainkan integritas calon direksi yang mengikuti proses seleksi.

"Yang kami soroti bukan nilai psikometri atau hasil tesnya, tetapi perilaku calon direksi. Jika dalam proses seleksi saja sudah terdapat indikasi kecurangan, bagaimana jika yang bersangkutan nantinya menduduki jabatan strategis di perusahaan daerah," kata Sigit.

Baca Juga: Berani Lepas Karier ASN, Perempuan Asal Sidoarjo Ini Sukses Kembangkan Batik Lokal

Ia juga mempertanyakan kemungkinan adanya kebocoran soal yang seharusnya bersifat rahasia. Namun demikian, dirinya mengaku tidak mengetahui asal-usul dugaan kebocoran tersebut.

Lebih lanjut, Sigit meminta panitia seleksi menjaga prinsip keterbukaan, profesionalitas, dan independensi selama seluruh tahapan seleksi berlangsung. Menurutnya, proses seleksi harus bebas dari praktik keberpihakan maupun pengondisian terhadap peserta tertentu.

Baca Juga: Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

"Ada informasi yang saya terima bahwa seluruh peserta tidak diperbolehkan membawa peralatan seperti laptop maupun telepon genggam ke dalam ruang ujian. Namun, ada salah satu peserta yang disebut diperbolehkan membawa laptop. Hal seperti ini tentu perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan persepsi adanya perlakuan khusus," pungkas Sigit.

Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo sendiri diikuti peserta dari berbagai daerah., Seperti Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, Bekasi, Jakarta, Bandung, Bogor, dan sejumlah daerah lainnya. 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menerapkan tata kelola pemerintahan yang profesional dengan mengedepankan kinerja sebagai dasar pengambilan keputusan.

Bahagianya Para Pedagang Kaki Lima di JFC 2026, Jualannya Laris Manis

Endang, salah satu penjual Rangen mengatakan dagangannya hampir selalu habis setiap hari karena tingginya jumlah pembeli selama acara JFC 2026.

PDIP Surabaya Masih Bungkam soal Kadernya yang Diduga Asik Ngegim saat Rapat Paripurna

Bahkan, anggota dewan itu diduga terus melanjutkan permainannya hingga Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengetuk palu tanda berakhirnya rapat paripurna.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Kembali Kompak Turun, Segini Rinciannya

Sedangkan dalam sebulan terakhir harga emas Antam juga turun dengan rentang Rp2.769.000-2.992.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Mengulas Angka Keberuntungan, Cinta hingga Keuangan

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Semua diulas lengkap. Cek segera.

Antisipasi Bentrok Susulan, Polisi Pertebal Pengamanan di Jalan Teuku Umar Surabaya

Diketahui, bentrok sebelumnya terjadi disebut menyusul adanya peristiwa berdarah di depan tempat hiburan malam AmbYar pada Sabtu (25/7/2026) dini hari.