Rabu, 28 Okt 2026 17:08 WIB

Polda Jatim Siap Tindak Pelanggar Aturan Penggunaan Sound Horeg

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast

selalu.id - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap Surat Edaran Bersama yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kodam V/Brawijaya, dan Polda Jatim terkait pembatasan penggunaan pengeras suara atau sound system di lingkungan masyarakat.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan pihaknya siap menegakkan aturan yang tertuang dalam regulasi tersebut. Surat edaran ini, kata dia, memiliki 13 landasan hukum yang menjadi dasar penerbitannya.

Baca Juga: DPRD Sidoarjo Cari Solusi Sound Horeg, Kenyamanan Warga dan Ekonomi Harus Berjalan Seimbang

“Surat edaran ini mengatur pedoman pembatasan penggunaan sound system di masyarakat, khususnya di Jawa Timur. Ada empat poin penting yang menjadi perhatian, yaitu pembatasan tingkat kebisingan, pembatasan dimensi kendaraan, pembatasan waktu, tempat, dan rute kendaraan yang membawa sound system, serta pengaturan penggunaan sound system untuk kegiatan sosial di masyarakat,” ujar Kombes Pol Jules saat dikonfirmasi, Rabu (13/8/2025).

Berdasarkan aturan, kegiatan sound system statis atau di tempat diberi toleransi hingga 120 desibel, sedangkan kegiatan non-statis atau berpindah lokasi dibatasi maksimal 85 desibel. Untuk kendaraan, wajib memenuhi uji kelayakan (KIR) dan tidak melebihi dimensi aslinya.

Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim Gaungkan Patriotik, Gigih, Berempati

Polda Jatim menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran, apalagi jika menimbulkan gangguan keamanan atau melanggar norma agama, kesusilaan, maupun hukum.

"Jika terjadi pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kerusuhan atau tindak pidana, kami akan melakukan penghentian secara paksa dan pihak penyelenggara harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Baca Juga: Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Pidana, Ada Bagian Tubuh Hiu hingga Arak Bali

Kabid Humas Polda Jatim mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan demi kenyamanan bersama. Ia menegaskan bahwa TNI, Polri, dan pemerintah daerah akan melakukan pengawasan ketat. “Hiburan dan kegiatan sosial tetap bisa berjalan, tapi harus tertib, aman, dan menghormati hak orang lain. Tidak ada toleransi bagi yang sengaja melanggar,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dapat Suntikan Rp500 M dari Pusat, Pemkab Jember Siap Perkuat Sektor Kesehatan-Peternakan

Dukungan ini diharapkan menjadi pendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Siap-siap, Indonesia Disebut Bakal Segera Beralih ke Kendaraan Listrik, Setujukah?

Faisol menegaskan pentingnya keterlibatan PLN dan seluruh pemangku kepentingan agar ekspansi kendaraan listrik tidak menimbulkan kesenjangan.

Remaja 15 Tahun Dianiaya dan Dibacok di Sidoarjo, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Peristiwa tersebut dilatarbelakangi solidaritas terhadap seorang teman para tersangka yang sebelumnya mengalami kekerasan.

Pemkot dan DPRD Mojokerto Setujui 13 Raperda, Fokus APBD 2027 di Pendidikan dan Stunting

Tema besarnya adalah “Meningkatkan Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya melalui Daya Saing Sektor Unggulan Daerah”.

Masuk Musim Hujan, Komisi C DPRD Surabaya Temukan Progres Proyek Masih 12 Persen

Kondisi tersebut harus segera diselesaikan agar proyek yang tinggal menyisakan pekerjaan akhir tidak justru berhenti ketika musim hujan tiba.

Sore Ini Presiden Prabowo akan Temui Menlu Singapura

Kedatangan Menlu Singapura ke Indonesia berlangsung mendadak sejak Selasa pagi.