Selasa, 21 Jul 2026 19:59 WIB

Bus Trans Semanggi Suroboyo Akhirnya Beroperasi setelah Menunggu 1 Bulan Lebih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Feb 2022 01:09 WIB
Bus Trans Semanggi Suroboyo
Bus Trans Semanggi Suroboyo

selalu.id - Setelah menunggu 1 bulan lebih, Bus Trans Semanggi Suroboyo akhirnya beroperasi.

Masih dalam tahap ujicoba dan sosialisasi, Dinas Perhubungan (Dishub) menggratiskan layanan transportasi massal ini hingga kebijakan tarif diberlakukan.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tunjung Iswandaru mengatakan, ada sejumlah rute yang dilewati bus berkapasitas 66 penumpang ini.

"Rute bus baru itu yakni Lidah Wetan-ITS-Bundaran Kejawan Putih Tambak. Rute itu sebelumnya dilewati oleh Suraboyo Bus (SB)," kata Tunjung, Rabu (2/2/2022).

Tunjung menyampaikan, sebanyak 15 unit armada TSS diujicobakan, Selasa (1/2/2022) kemarin, Bus tersebut beroperasi mulai pagi pukul 05.00 WIB hingga 19.20 WIB.

"Mulai kemarin,ujicoba TSS gratis untuk masyarakat. Sembari kami sosialiasikan kartu pembayaran TSS nantinya dan menunggu penetapan tarif dari pusat (Kementerian Keuangan)," imbuhnya

Selama beroperasi, lanjut Tunjung, bus melewati 66 bus stop yang sudah disiapkan dengan jarak tempuh 160 menit.

Dengan adanya bus ini, ia berharap bisa mengakomodir masyarakat Surabaya untuk menggunakan transportasi masal. Bahkan pihaknya juga menambahkan armada rute exiting yakni arah, utara, selatan dan Merr.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Armada SB yang sebelumnya dirute Barat dan Timur kami alihkan ke Utara, Selatan dan Merr supaya meningkatkan layanan," jelasnya.

Sedangkan untuk utara hingga selatan, ditambahkan menjadi 10 armada SB, untuk Merr sendiri ada 8 armada.

Antusiasme warga untuk menaiki armada baru tersebut, kata dia, di hari yang bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek cukup tinggi.

Oleh karena itu pihaknya tetap melakukan pembatasan penumpang dari 100 persen dibatasi 70 persen.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

"Dalam ujicoba ada pembatasan penumpang di level 1 Surabaya ini sebetulnya 100 persen. Namun untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 kami batasi 70 persen dari jumlah kapasitas 66 tempat duduk," ungkapnya.

Ia memastikan bahwa Trans Semanggi Suroboyo ini sudah dilengkapi CCTV yang dapat memonitor para penumpang, termasuk bisa memonitor gerak-gerik pengemudi.

Apabila pengemudi itu lalai atau tidak menjalankan SOP, maka akan menjadi bahan penalti kepada operator kepada yang bersangkutan.

"Transportasi yang nyaman, kami pastikan bus itu nyaman. Selain menggunakan AC, bus ini juga dilengkapi fasilitas lainnya, sehingga membuat nyaman para penumpangnya," tegasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.