Selasa, 21 Jul 2026 14:32 WIB

Akhir Juli, Anak Sekolah dan Santri di Surabaya Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 07 Jul 2025 16:17 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada anak-anak sekolah dan santri, sebagai bagian dari pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dari Kementerian Kesehatan RI.

 

Baca Juga: Ali Mufthi Ajak Santri Teladani Perjuangan KH Sholeh Nahrawi Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Program ini menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun, dan akan mulai dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru atau akhir Juli 2025.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, menyatakan bahwa program ini ditujukan untuk mendeteksi dini risiko kesehatan, pra-penyakit, maupun kondisi medis yang mungkin dialami anak usia sekolah.

 

“Dengan deteksi dini, diharapkan bisa diberikan penanganan untuk mencegah komplikasi, kecacatan, dan kematian,” ujar Nanik, Senin (7/7/2025).

 

Sasaran PKG meliputi peserta didik dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, serta pesantren dan lembaga pendidikan sederajat. Anak-anak yang berada di luar pendidikan formal juga tetap bisa mengikuti program ini melalui puskesmas.

 

Pelaksanaan pemeriksaan akan berlangsung setahun sekali selama semester ganjil, dari Juli hingga Desember 2025. Bila belum memungkinkan, bisa dilakukan pada semester genap Januari hingga Juni 2026.

 

“Tidak ada pembatasan kuota harian. Program ini terbuka untuk semua anak usia sekolah,” jelasnya.

Baca Juga: Takut Zina, Guru Ngaji di Surabaya Pilih Cabuli Murid Laki-laki

 

Pemeriksaan kesehatan akan disesuaikan dengan jenjang usia dan tingkat pendidikan. Anak SD (usia 7–12 tahun) akan diperiksa terkait status gizi, kebiasaan merokok (kelas 4–6), aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, kesehatan telinga, mata, gigi, jiwa, hepatitis B, kesehatan reproduksi (kelas 4–6), dan riwayat imunisasi (kelas 1).

 

Untuk siswa SMP (usia 13–15 tahun), pemeriksaan mencakup status gizi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, talasemia (kelas 7), anemia, kondisi telinga, mata, gigi, jiwa, hepatitis B dan C, kesehatan reproduksi, serta imunisasi HPV bagi siswi kelas 9.

 

Sementara itu, siswa SMA (usia 16–17 tahun) akan diperiksa terkait status gizi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, anemia remaja putri (kelas 10), serta kesehatan telinga, mata, gigi, jiwa, hati (hepatitis B dan C), dan kesehatan reproduksi.

 

Baca Juga: Polda Jatim Proses Hukum Tersangka Pelecehan Santriwati di Bangkalan

Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim puskesmas dengan dukungan guru UKS dan PJOK. Sebelumnya, sekolah akan menyampaikan informasi dan membagikan tautan kuesioner untuk diisi orang tua atau peserta didik.

 

“Dua hari sebelum pemeriksaan, kami akan pastikan semua kuesioner terisi dan alat kesehatan siap digunakan,” tambah Nanik.

 

Pemkot Surabaya menargetkan program ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala di kalangan pelajar dan remaja.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.