Selasa, 03 Feb 2026 02:18 WIB

Akhir Juli, Anak Sekolah dan Santri di Surabaya Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 07 Jul 2025 16:17 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada anak-anak sekolah dan santri, sebagai bagian dari pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dari Kementerian Kesehatan RI.

 

Baca Juga: Polda Jatim Proses Hukum Tersangka Pelecehan Santriwati di Bangkalan

Program ini menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun, dan akan mulai dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru atau akhir Juli 2025.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, menyatakan bahwa program ini ditujukan untuk mendeteksi dini risiko kesehatan, pra-penyakit, maupun kondisi medis yang mungkin dialami anak usia sekolah.

 

“Dengan deteksi dini, diharapkan bisa diberikan penanganan untuk mencegah komplikasi, kecacatan, dan kematian,” ujar Nanik, Senin (7/7/2025).

 

Sasaran PKG meliputi peserta didik dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, serta pesantren dan lembaga pendidikan sederajat. Anak-anak yang berada di luar pendidikan formal juga tetap bisa mengikuti program ini melalui puskesmas.

 

Pelaksanaan pemeriksaan akan berlangsung setahun sekali selama semester ganjil, dari Juli hingga Desember 2025. Bila belum memungkinkan, bisa dilakukan pada semester genap Januari hingga Juni 2026.

 

“Tidak ada pembatasan kuota harian. Program ini terbuka untuk semua anak usia sekolah,” jelasnya.

Baca Juga: Polres Kediri Ajak Santri Jadi Pelopor Lingkungan Bebas Narkoba

 

Pemeriksaan kesehatan akan disesuaikan dengan jenjang usia dan tingkat pendidikan. Anak SD (usia 7–12 tahun) akan diperiksa terkait status gizi, kebiasaan merokok (kelas 4–6), aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, kesehatan telinga, mata, gigi, jiwa, hepatitis B, kesehatan reproduksi (kelas 4–6), dan riwayat imunisasi (kelas 1).

 

Untuk siswa SMP (usia 13–15 tahun), pemeriksaan mencakup status gizi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, talasemia (kelas 7), anemia, kondisi telinga, mata, gigi, jiwa, hepatitis B dan C, kesehatan reproduksi, serta imunisasi HPV bagi siswi kelas 9.

 

Sementara itu, siswa SMA (usia 16–17 tahun) akan diperiksa terkait status gizi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, anemia remaja putri (kelas 10), serta kesehatan telinga, mata, gigi, jiwa, hati (hepatitis B dan C), dan kesehatan reproduksi.

 

Baca Juga: Berusaha Menolong Teman, Enam Santri Tewas Tenggelam di Bekas Galian Bukit Jeddih

Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim puskesmas dengan dukungan guru UKS dan PJOK. Sebelumnya, sekolah akan menyampaikan informasi dan membagikan tautan kuesioner untuk diisi orang tua atau peserta didik.

 

“Dua hari sebelum pemeriksaan, kami akan pastikan semua kuesioner terisi dan alat kesehatan siap digunakan,” tambah Nanik.

 

Pemkot Surabaya menargetkan program ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala di kalangan pelajar dan remaja.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.