Senin, 19 Okt 2026 21:36 WIB

Akhir Juli, Anak Sekolah dan Santri di Surabaya Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 07 Jul 2025 16:17 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada anak-anak sekolah dan santri, sebagai bagian dari pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dari Kementerian Kesehatan RI.

 

Baca Juga: Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

Program ini menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun, dan akan mulai dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru atau akhir Juli 2025.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, menyatakan bahwa program ini ditujukan untuk mendeteksi dini risiko kesehatan, pra-penyakit, maupun kondisi medis yang mungkin dialami anak usia sekolah.

 

“Dengan deteksi dini, diharapkan bisa diberikan penanganan untuk mencegah komplikasi, kecacatan, dan kematian,” ujar Nanik, Senin (7/7/2025).

 

Sasaran PKG meliputi peserta didik dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, serta pesantren dan lembaga pendidikan sederajat. Anak-anak yang berada di luar pendidikan formal juga tetap bisa mengikuti program ini melalui puskesmas.

 

Pelaksanaan pemeriksaan akan berlangsung setahun sekali selama semester ganjil, dari Juli hingga Desember 2025. Bila belum memungkinkan, bisa dilakukan pada semester genap Januari hingga Juni 2026.

 

“Tidak ada pembatasan kuota harian. Program ini terbuka untuk semua anak usia sekolah,” jelasnya.

Baca Juga: Ali Mufthi Ajak Santri Teladani Perjuangan KH Sholeh Nahrawi Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

 

Pemeriksaan kesehatan akan disesuaikan dengan jenjang usia dan tingkat pendidikan. Anak SD (usia 7–12 tahun) akan diperiksa terkait status gizi, kebiasaan merokok (kelas 4–6), aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, kesehatan telinga, mata, gigi, jiwa, hepatitis B, kesehatan reproduksi (kelas 4–6), dan riwayat imunisasi (kelas 1).

 

Untuk siswa SMP (usia 13–15 tahun), pemeriksaan mencakup status gizi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, talasemia (kelas 7), anemia, kondisi telinga, mata, gigi, jiwa, hepatitis B dan C, kesehatan reproduksi, serta imunisasi HPV bagi siswi kelas 9.

 

Sementara itu, siswa SMA (usia 16–17 tahun) akan diperiksa terkait status gizi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, anemia remaja putri (kelas 10), serta kesehatan telinga, mata, gigi, jiwa, hati (hepatitis B dan C), dan kesehatan reproduksi.

 

Baca Juga: Takut Zina, Guru Ngaji di Surabaya Pilih Cabuli Murid Laki-laki

Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim puskesmas dengan dukungan guru UKS dan PJOK. Sebelumnya, sekolah akan menyampaikan informasi dan membagikan tautan kuesioner untuk diisi orang tua atau peserta didik.

 

“Dua hari sebelum pemeriksaan, kami akan pastikan semua kuesioner terisi dan alat kesehatan siap digunakan,” tambah Nanik.

 

Pemkot Surabaya menargetkan program ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala di kalangan pelajar dan remaja.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.