Rabu, 22 Jul 2026 18:03 WIB

Owly Quest, Inovasi Teknologi Edukasi Karya Untag Surabaya

  • Penulis : Ading
  • | Jumat, 04 Jul 2025 19:40 WIB
Owly Quest
Owly Quest

selalu.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meluncurkan inovasi aplikasi Owly Quest dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025. Permainan berbasis QR code ini dikembangkan secara mandiri dan menjadi bagian dari strategi interaktif untuk memperkenalkan kampus kepada mahasiswa baru.

 

Baca Juga: Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Owly Quest merupakan permainan pencarian harta karun edukatif berbasis teknologi yang dirancang oleh Supangat, Ph.D., dosen Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (Sistekin) sekaligus Ketua PKKMB 2025. Aplikasi ini mengintegrasikan sistem kampus dan teknologi real-time tracking untuk mencatat waktu penyelesaian tugas di setiap pos kampus.

 

Kegiatan ini digelar pada 2, 3, 4, dan 6 September 2025, dan akan ditutup dengan Campus Expo pada 4 Oktober 2025. PKKMB tahun ini mengusung tema “Merah Putih Mengakar, Patriotisme Berkobar”.

 

Melalui Owly Quest, mahasiswa baru ditantang menyelesaikan misi edukatif di sejumlah titik kampus. Misi tersebut berisi pengenalan unit kampus, nilai-nilai nasionalisme, organisasi kemahasiswaan, dan sistem akademik. Permainan ini menggunakan maskot burung hantu “Owly” sebagai simbol pengetahuan dan kepedulian.

 

“Owly Quest bukan sekadar permainan, tapi media pembelajaran yang menyenangkan. Ia menggabungkan teknologi, eksplorasi kampus, dan nilai kebangsaan,” ujar Supangat, Selasa (2/7/2025).

 

Supangat juga mengapresiasi kerja panitia yang dinilai solid dalam merancang keseluruhan kegiatan. Beberapa koordinator panitia PKKMB 2025 antara lain:

 

Dinda Lisna Amalia, S.Sos., M.A. sebagai Koordinator Sie Acara dan Produksi

 

Juli Fatkhun Nikmah, S.Psi., M.Psi. sebagai Koordinator Sie Konsumsi

 

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia

dr. Icha Safitri sebagai Koordinator Sie Kesehatan

 

Irawan, S.T. sebagai Koordinator Sie Perlengkapan dan Transportasi

 

Rahmania Zilfi, S.Sos., M.Med.Kom. sebagai Koordinator Sie Publikasi dan Dokumentasi

 

Peltu Purn. Hartoyo sebagai Koordinator Sie Keamanan

 

Baca Juga: Penipuan Lewat HP Kini Kian Canggih, Ini Cara Mencegahnya Kata Pakar TI Untag

Moh. Taufik, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai Koordinator Sie Kesekretariatan

 

Aditya Rizkiardi, S.T., M.T. sebagai Koordinator Sie Gedung dan Landscape

 

Aisyah Maharani, S.Pd., M.I.Kom. sebagai Koordinator Sie Sponsorship dan Perizinan

 

 

Sebagai penutup rangkaian, Campus Expo 2025 akan dimeriahkan oleh penampilan grup musik Juicy Luicy.

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.