Kamis, 03 Sep 2026 16:30 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Serahkan Pengelolaan TPK Berlian ke Terminal Teluk Lamong

Pelindo Terminal Peti Kemas
Pelindo Terminal Peti Kemas

selalu.id – PT Pelindo Terminal Petikemas resmi menyerahkan pengelolaan Terminal Peti Kemas (TPK) Berlian dari PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) kepada PT Terminal Teluk Lamong (TTL). Pergeseran ini menjadi bagian dari strategi pemurnian bisnis pasca penggabungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

 

Baca Juga: Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Langkah Pelindo dan BNNP Jatim Mewujudkan Generasi Muda Bersinar

Pengelolaan TPK Berlian oleh TTL berlaku mulai 1 Juli 2025. Setelah proses ini, BJTI akan fokus pada pengelolaan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

 

“Seluruh kegiatan operasional maupun nonoperasional di TPK Berlian kini menjadi tanggung jawab PT Terminal Teluk Lamong,” kata Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, Selasa (1/7/2025).

 

Ia menambahkan, serah kelola dilakukan melalui perencanaan matang, termasuk sosialisasi kepada pelanggan dan pekerja BJTI yang sebelumnya terlibat langsung di TPK Berlian.

 

Penambahan TPK Berlian memperkuat portofolio TTL dalam pengelolaan terminal peti kemas domestik. Sebelumnya, pada 1 Mei 2024, TTL juga telah mengambil alih operasional TPK Nilam.

 

“Dengan pengelolaan ini, kami berharap layanan kepada pengguna jasa semakin baik dan efisien,” lanjut Widyaswendra.

 

Respons Positif Pelaku Usaha

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Pesisir Surabaya

 

Langkah pengalihan pengelolaan TPK Berlian disambut positif pelaku usaha pelayaran dan logistik di Surabaya. Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya, Stenven H. Lesawengan, menyebut kebijakan ini sah selama membawa dampak positif pada efisiensi dan pelayanan.

 

"Langkah tersebut sah-sah saja. Kalau memang untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih efektif, tentu ini positif,” kata Stenven.

 

Ia berharap peralihan ini berdampak langsung pada penurunan waktu tunggu kapal dan efisiensi biaya logistik.

 

Baca Juga: Langkah Cepat Pelindo Grup Salurkan Bantuan pada Korban Gempa NTT

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Surabaya, Sebastian Wibisono, menyatakan peralihan pengelolaan adalah kewenangan penuh Pelindo, namun mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan.

 

"Itu sepenuhnya wewenang PT Pelindo Terminal Petikemas. Namun kita berharap agar tidak mengubah service level," ujarnya. "Syukur-syukur kalau lebih baik lagi," tambahnya.

 

Menurut Sebastian, kelangsungan dan stabilitas operasional pelabuhan sangat penting bagi dunia logistik, karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran distribusi barang.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.