selalu.id – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menyuarakan keprihatinannya atas tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK. Ia mendorong kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses sertifikasi profesi bagi para lulusan.
Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir, hingga Fee Istri Siri
"Kita tidak hanya butuh ijazah, tapi juga sertifikasi profesi yang menjamin keahlian mereka," tegas Jairi kepada selalu.id, Kamis (15/5/2025).
Menurutnya, sertifikasi profesi menjadi bekal penting bagi lulusan SMK saat memasuki dunia kerja. Ia menilai, dengan adanya sertifikat kompetensi, perusahaan akan lebih fokus menilai keahlian ketimbang asal daerah atau latar belakang lainnya.
"Dengan sertifikat, perusahaan tidak akan punya alasan untuk menolak mereka hanya karena bukan orang Jawa atau Surabaya, melainkan akan menilai berdasarkan keahlian yang dimiliki," jelasnya.
Jairi mengakui, biaya sertifikasi yang bisa mencapai Rp6 juta per orang menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis kolaborasi antarinstansi dapat melahirkan solusi untuk membuat proses sertifikasi lebih mudah dan terjangkau.
"Kita akan arahkan kedua instansi ini untuk berkolaborasi mempercepat dan mempermudah akses sertifikasi profesi bagi lulusan SMK sesuai bidang keahliannya," ujar Jairi.
Baca juga: Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes
Ia menekankan bahwa sertifikasi ini tidak hanya berguna untuk bekerja di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan untuk kuliah atau bekerja di luar negeri. “Mereka akan punya pegangan yang lebih baik untuk masa depan,” tambahnya.
Jairi turut menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lulusan SMK, khususnya jurusan teknik mesin, menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran. Menurutnya, hal ini disebabkan belum meratanya kepemilikan sertifikasi keahlian.
“Banyak lulusan teknik mesin, tetapi mungkin belum banyak yang memiliki sertifikasi. Dengan sertifikat, mereka bisa melamar ke perusahaan mana pun tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Baca juga: Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Lebih jauh, Jairi menyebut dorongan ini sebagai bagian dari strategi mengurai akar persoalan pengangguran. Ia berharap program ini segera direalisasikan untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK di Jawa Timur.
"Kita tidak hanya melihat persoalan tenaga kerja secara umum, tetapi juga mengurai masalah dari akarnya. Dengan memberikan ijazah dan sertifikasi profesi, setidaknya mereka sudah punya pegangan dan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah," pungkasnya.
Editor : Ading