selalu.id - Pasca terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, Itong Isnaenin Hidayat telah diberhentikan atau di non aktifkan sebagai Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kota Surabaya.
Humas PN Kota Surabaya, Martin Ginting menyampaikan, keputusan non aktif itu dijatuhkan setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka.
Baca juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap
"Dinonkatifkan segera setelah adanya pengumuman bahwa itu ditingkatkan menjadi tersangka," kata Martin, Jumat (21/1/2022).
Selain itu, Martin menjelaskan sebagian tugas persidangan dari Itong itu akan diganti oleh hakim lainnya. Penunjukkan pengganti Itong akan dilakukan langsung oleh Ketua PN Kota Surabaya.
"Nonaktif harus diganti pakai hakim yang lain. Tugas-tugas penanganan perkara akan diambil alih oleh hakim yang lain juga. Berdasarkan penunjukan nanti oleh pimpinan," jelasnya.
Baca juga: Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib
Lebih lanjut ia menjelaskan, kalau ada seorang hakim yang tersandung kasus tersebut namun pelaksanaan persidangan tetap harus berjalan.
Ia menegaskan bahwa persidangan bisa ditunda dan diganti ke hari lainnya jika seorang hakim mengalami sakit.
"Iya perkara gak boleh macet gara gara itu. Apalagi mau ditunda. Kalau sakit boleh menunda sidang," ujarnya.
Baca juga: Sekolah Gratis Disorot, DPRD Surabaya: Harus Benar Gratis Tanpa Pungutan Tambahan
Sementara itu, penunjukkan pengganti Itong tersebut dilakukan untuk menjamin semua agenda sidang di PN Kota Surabaya bisa tetap berjalan lancar.
"Harus saya hitung, rata-rata tiap hari kita menyidangkan minimal 30 perkara. Setiap perkara itu masing-masing hakim mempunyai agenda sidangnya," tuturnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi