selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya meulai memetakan wilayah dengan kasus HIV/AIDS terbanyak dengan berbagai penanganan serta pendampingan. Diberitakan Surabaya menjadi kota dengan kasus baru penderita HIV/AIDS terbanyak di Jawa Timur.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukritisna mengatakan bahwa usia penderita memiliki rentang antara 25 - 44 tahun.
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
"Tapi usia paling tinggi adalah usia 25 - 29 tahun, kemudian disusul usia 30 - 32 tahun. Paling banyak terjangkit adalah kaum laki-laki dengan prosentase 73 persen," kata Nanik, Rabu (19/1/2022).
Nanik menyebutkan, bahwa wilayah dengan penderita terbanyak di Surabaya adalah Kecamatan Tambaksari dan Sawahan yang memang memiliki jumlah penduduk paling padat.
"Maka kita berusaha melakukan penemuan lebih dini, agar bisa memberikan intervensi dan peluang sembuh akan lebih besar," ujarnya.
Baca juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?
Untuk penanganannya, Nanik menerangkan, Pemkot Surabaya memberikan layanan pengobatan gratis di 13 puskesmas dan 10 rumah sakit di Surabaya. Selain itu juga dilakukan pendampingan, konseling, dan memberikan home care ke rumah penderita HIV.
"Dari kelurahan sendiri juga memberikan susu dan permakanan untuk penderita yang tidak mampu," jelasnya.
"Kita juga selalu memberikan informasi yang komprehensif terhadap pencegahan penularan, yang rutin kita lakukan kepada sekolah, mahasiswa, kelompok pekerja hiburan dan masyarakat luas yang rentan terhadap penyakit ini," sambungnya.
Baca juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
Pemkot juga memberi perhatian lebih kepada kelompok rentan dengan melakukan monitoring dan pemeriksaan secara berkala.
"Kita juga berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga serta Pariwisata untuk mendatangi rumah hiburan," jelasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi