Anoa Koleksi Kebun Binatang Surabaya Mati, Ini Penyebabnya

Reporter : Ade Resty
Anoa bernama Bobby koleksi Kebun Binatang Surabaya

selalu.id - Setelah Dumbo, salah satu hewan koleksi Kebun Binatang Surabaya kembali mati. Kali ini seekor Anoa yang ditemukan mati pada Minggu (16/1/2022) sekitar pukul 17.30 WIB.

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Agus Supangat menjelaskan penyebab kematian Bobby yang mati usia 19 tahun itu sakit karena tidak nafsu makan dan tidak dapat berdiri.

Baca juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Sehingga, pihaknya segera melaporkan ke BBKSDA Jatim dan satwa anoa mendapatkan perawatan medis.

"Jadi sebelum mati, di hari Sabtu (15/1/2022) kondisi anoa sedang sakit. Kami langsung kontak tim medis dengan pendampingan BBKSDA Jatim," kata Agus saat dihubungi, Selasa (18/1/2022).

Agus menyampaikan, BBKSDA jatim memberikan infus intra vena, vitamin, mineral, obat anti kembung, antibiotik dan pemberian pakan alami dengan cara disuapi, dan dilakukan pengawasan selama 24 jam.

"Bobby sudah mulai berdiri sendiri, defekasi lembek berwarna kehijauan namun hanya sedikit," jelasnya.

Akan tetapi, nasib anoa Bobby akhirnya tidak bisa tertolong pada Minggu (16/1/2022) sore pukul 17.30 WIB. Sebelum mati, anoa Bobby sudah bisa berdiri setelah mendapat perawatan.

Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Agus menyebut dari diagnosa kematian sementara disebabkan oleh faktor usia yang sudah tua, sehingga fungsi organ tubuh satwa mengalami penurunan.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan
literature yang ada, menyebutkan bahwa rata-rata usia hidup satwa jenis Anoa berkisar antara 22-24 tahun.

"Kami sudah laporkan kematian ke BBKSDA Jatim,"terangnya.

Lebih lanjut Agus menjelasakan, untuk memperkuat diagnosa penyebab kematian dilakukan pengiriman sample bagian organ tubuh.

Baca juga: TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

"Sample bagian organ tubuh itu, yakni trakea, paru-paru, jantung ,limfa, hati, ginjal, lambung, usus halus dan usus besar untuk dikirim ke laboratorium," jelasnya

Ia menambahkan, sedangkan organ lainnya dilakukan pemusnahan dengan dibakar di Krematorium Kebun Binatang Surabaya.

"Sebagian tubuh anoa sudah kami bakar di krematorium KBS dan sisanya kami kirimkan untuk sampel diagnosa," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru