selalu.id - Menanggapi hasil survei Global Traffic Scorecard tahun 2021 yang menempatkan Surabaya urutan pertama kota termacet se-Indonesia, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku berupaya mencari simpul penyebabnya.
"Survey ada indikatornya masing-masing. Kalau dilihat kemacetan, ini kan ada indikator, mau tanya di titik (macet) yang mana. Kedua ini jadi koreksi Pemkot di titik jam berapa dan titik mana," kata Eri, Jumat (12/1/2022).
Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia
Selain itu, Pemkot Surabaya belum mengantongi indikator apa saja dalam survey tersebut yang akan digunakan sebagai bahan koreksi.
"Survey ini jadi indikator koreksi transportasi ke depan. Tapi kita lihat indikatornya nggak disebutkan," ujarnya.
Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak
Eri menyebut, Pemkot Surabaya akan mencari solusinya. Salah satu solusi yang disiapkan adalah alat transportasi publik untuk mengurangi volume kendaraan.
"Dicarikan solusinya. Tapi dilihat macetnya dimana? Cek deh, macetnya jam kerja aja," kata dia.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Eri mengaku pasti optimis warga akan mengatakan yang sebaliknya. Ia yakin warga Surabaya akan mengatakan bahwa Surabaya tidak macet.
"InsyaAllah masyarakat Surabaya kalau di-survey pasti bilang macet itu nggak ada," terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi