Kunjungi Korban Banjir di Sumatera Utara, Mensos Risma Upayakan Perbaikan Rumah

Reporter : Ade Resty
Mensos Risma saat membagikan bantuan kepada warga terdampak banjir

selalu.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi korban banjir di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara pada Senin (3/1/2022). Mensos bertolak dari Bandara Juanda Surabaya.

Mensos mendatangi posko pengungsian, mengecek operasional dapur umum, dan mengecek bantuan logistik yang akan diserahkan ke warga. Tampak Mensos membuka bungkusan karung besar berisi berbagai bantuan.

Baca juga: Dampak Banjir Belum Pulih, Lima KA Jarak Jauh dari Surabaya Dibatalkan

Mensos terlihat membagikan berbagai bantua kepada anak-anak serta warga terdampak korban banjir di sana.

Risma juga melihat kondisi sejumlah rumah warga yang rusak akibat luapan Sungai Sutam itu. Meski banjir telah surut, namun sisa material banjir masih berserakan.

Risma berdialog dengan warga terdampak dan menanyakan apa yang diperlukan untuk memulihkan kondisi mereka pasca banjir menerjang.

"Hayo mau nanya apa?" kata Mensos di Kantor Desa Tanjung Baru, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas.

Sejumlah warga terdampak meminta kepada Risma agar ada bantuan perbaikan rumah. Terdapat ratusan rumah yang rusak karena diterjang banjir bandang saat malam pergantian tahun itu.

Risma mengatakan, telah mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk segera mengkaji permintaan warga tersebut. Mensos Risma ingin pemda berkonsultasi dengan para akademisi untuk menentukan apakah masih layak membangun rumah di bekas area terdampak banjir bandang itu.

Baca juga: Hujan Meluas, Delapan Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir

"Karena kalau dibangun (ulang rumahnya), lalu tiba-tiba kalau ada masalah lagi kan malah bahaya. Apalagi sampai menimbulkan korban," kata Risma.

Risma mengaku tak ingin warga Batang Labu Sutam bernasib serupa dengan warga di daerah lain yang terkena longsor setelah warga daerah itu membangun ulang rumah di lokasi yang sama.

Risma meminta uji kelayakan pembangunan ulang terhadap area terdampak banjir bandang di Batang Labu Sutam.

"Apakah nanti direlokasi atau apa, dilihat nanti kelayakannya. Keputusan apakah perlu atau tidak soal relokasi tidak bisa sekarang," kata dia.

Baca juga: Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

Mensos meminta hal tersebut dibahas dengan kajian mendalam oleh bupati dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Banjir bandang terjadi akibat luapan Sungai Sutam, Kecamatan Batang Labu Sutam yang terjadi pada pada Jumat (31/12/2021) malam.

Banjir tersebut mengakibatkan 79 unit rumah rusak berat, 51 unit rusak sedang, 56 unit rusak ringan, 12 unit rumah hanyut, dan 1 sekolah rusak berat (Pesantren Nizoumul Hikmah). Bencana mengakibatkan 100 jiwa mengungsi di SD 1 Tanjung Baru dan 200 jiwa mengungsi di Pesantren Babul Hasannah sehingga total pengungsi berjumlah 300 jiwa.

Pada kesempatan itu, secara simbolis Mensos menyerahkan beberapa jenis bantuan logistik. Secara keseluruhan bantuan Kemensos berupa 700 lembar matras, 720 paket makanan siap saji, 100 unit kasur, 8 unit tenda serba guna keluarga, 100 paket popok bayi, dan 100 paket pembalut wanita.

Kemudian juga 40 paket kid ware , 60 food ware , 10 paket perlengkapan dapur keluarga, 150 paket makanan anak, 1 unit tenda merah putih, 10 unit penjernih air. Total nilai bantuan logistik sebesar Rp 782.237.253. (SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru