selalu.id - Hari ini, Kamis (10/10/24) ribuan pengemudi ojek online (ojol) melakukan konvoi demo dan mogok kerja, untuk tuntutan terkait layanan pengantaran makanan dan penumpang yang belum sesuai dengan Surat Keterangan (SK) Gubernur Jatim.
Massa berkumpul di Alun-alun Sidoarjo. Tepatnya di depan Monumen Jayandaru mulai pukul 07.00-08.00 dan terus menuju Dishub Jawa Timur (Jatim), dilanjut ke Diskominfo Jatim dan beberapa kantor aplikasi yang terpusat di Surabaya.
Demo ini mengatasnamakan Presidium Koalisi DOBRAK (Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal) yang dengan tajuk "Aksi Damai Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal Jawa Timur".
Melibatkan 200 orang Ketua Komunitas Driver Online Seluruh Jawa Timur, rencananya akan dilakukan selama 7 hari yakni, 10-17 Oktober 2024. Dengan Titik Kumpul Sekitaran Cito dan Bundaran Waru
Mereka pun berencana mengundang Stakeholder terkait dan para perusahaan ojek online (Gojek, Grab, Shopee, Lalamove, Indriver, Maxim, Aci Online, dsb) untuk beraudiensi di kantor Diskominfo.
Tuntutan mereka antara lain:
1. Menghadirkan Dirjen Kominfo Pusat dan Dirjen Aptika di Surabaya
2. Menghadirkan semua manajemen aplikasi (Gojek, Grab, Shopee, Lalamove, Indriver, Maxim, Aci Online, dsb.) yang beroperasional di Jawa Timur untuk menandatangani perjanjian kesepakatan tunduk dan taat pada SK Gubernur Jatim mengenai tarif transportasi Online
3. Tegakkan SK Gubernur Jawa Timur Disertai Sanksi-sanksinya.
Baca juga: Prihatin Anak Driver Ojol Ikut Keliling, Eri Siapkan PAUD dan Penitipan Gratis
“Kami berencana akan mengadakan aksi demo ojol Se Jawa Timur Yang akan terpusat di Kantor Dishub Jatim dan lanjut dengan konvoi di kantor instansi pemerintah seperti Diskominfo Jatim dan Beberapa kantor aplikasi di Surabaya ,” kata Humas Dobrak Jatim, Samuel Grandy Kalengkongan.
Samuel mengungkapkan, sebanyak 1000 peserta aksi gabungan dari roda dua dan roda empat akan mengikuti demo yang digelar ini.
Dalam perjalanannya, para ojol yang demo melakukan sweeping kepada ojol lainnya yang masih beroperasi dan tidak ikut demo sebagai bentuk rasa solidaritas. Hal itu pun terjadi di daerah Gayungan, terpatnya di Jalan Dukuh Menanggal, terekam dalam video amatir bawah seorang pengendara ojol roda 2 yang sedang membawa penumpang dihentikan oleh massa pendemo.
"He, ojok kekerasan, ojok kekerasan (jangan gunakan kekerasan)," terekam suara di dalam video tersebut saat pendemo mendesak supir ojol dan penumpangnya menepi.
Baca juga: Demo Tolak Pemangkasan ADD di Mojokerto Ricuh, Massa Dorong Polisi
Editor : Ading