Luluk Fokus Atasi Ketimpangan dan Sejahterakan Petani

Reporter : Dony Maulana
Luluk Nur Hamidah

selalu.id - Kesejahteraan petani merupakan isu yang sedangan ramai diperbincangkan oleh nasional, baik mulai dari kalangan petani kecil hingga elit politik yang ada dijajaran pemerintahan RI. Terlebih, beberapa hari lalu tepatnya tanggal  24 September kemarin diperingatai sebagai Hari Tani Nasional.

Hal inilah yang menarik perhatian calon gubernur Jawa Timur, Luluk Nur Hamidah dalam membuat salah satu fokusnya untuk maju di Pilgub Jatim 2024 ini. Sementara itu, Luluk juga menyebut kesejahteraan petani ini sangatlah penting untuk diperjuangkan.

Kendati demikian, Luluk juga menggarisbawahi ketimpangan yang dialami oleh para petani terutama di Kota Ngawi, sebagai salah satu lumbung pangan di Jatim. Meski Ngawi dikenalnya dengan pusat produksi padi yang melimpah.

Namun ia pun merasa heran, produksi padi di sana tidak dapat mengangkat taraf kesejahteraan petani di Ngawi. Kondisi tersebut dikatakannya bertolak belakang. "Seringkali produksinya bagus, panen melimpah, tapi kondisi petaninya tidak naik dan tidak sejahtera," ungkap Luluk kepada selalu.id saat ditemui di makam Sunan Ampel, Jl. Ampel Masjid, Surabaya, Senin (30/9/2024) malam.

Luluk sendiri juga menegaskan, seharusnya pemerintah aktif dalam melindungi dan memperjuangkan kesejahteraan petani melalui kebijakan pro petani, yakni subsidi yang cukup dan harga jual padi yang pantas. Jika dirinya diberi amanah memimpin Jatim, lanjut Luluk menegaskan, maka kebijakan seperti demikian yang akan dilakukan Luluk ke depannya.

"Tentunya, kami akan mendorong pemerintah pusat agar lebih memperhatikan nasib petani, khususnya di Jatim ini," tutur paslon nomor urut 1 ini.

Dengan begitu, Luluk berkomitmen untuk menyusun program-program yang konkret yang dapat memberikan manfaat langsung untuk petani. Ia juga menyadari bahwa keberhasilan sektor pertanian membutuhkan kolabrasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah.

"Kalau pemerintah tidak hadir untuk menjaga pembelian dari petani, maka pasti akan sulit bagi petani untuk sejahtera, karena yang menetapkan harga pembelian bukan petani, melainkan pihak kartel," ujar 'artis senayan' ini.

Luluk juga menyebut salah satu problem yang sangat penting di Jawa Timur ini adalah kurangnya subsidi pupuk bagi para petani khususnya yang ada di Jatim. "Ya maka saya punya komitmen bahwa petani yang kekurangan pupuk di Jawa Timur ini, seharusnya memang ada dukungan secara politik dan juga anggaran dari pemerintah provinsi," terangnya.

"Saya itung-itung kalau misalnya saya menyediakan subsidi pupuk untuk petani di Jawa Timur sekitar 1 triliun per tahun itu, Insya Allah mampu dari sisi anggaran. Kenapa ? karena memang sektor pertanian ini salah satu sektor yang penting dan strategis apalagi pertanian di Jawa Timur," imbuhnya.

Sekadar diketahui, Jawa Timur ini memang dikenal sebagai lumbung pangan nasional kalau kemudian pertanian di Jawa Timur ini kuat, kemudian infrastruktur pertanian yang bagus, kemudian sarana produksi bagus, yang paling penting lagi input untuk produksi yaitu kecukupan atas pupuknya ini juga bagus maka ini bisa menaikkan posisi petani. Apalagi, sekarang pertanian sedang minus 7 persen.

"Mau tidak mau harus jadi koreksi kita bersama dan yang dibutuhkan adalah soal komitmen politik atau 'political will' dari kita semua. Saya tentunya juga punya komitmen soal itu. Kenapa saya punya komitmen, ya karena hampir sekian tahun dan sudah lama saya selalu mengingat lokasi sektor-sektor pertanian dan juga kesehatan pertanian. Dan kita tahu bahwa biaya produksi pertanian kita itu udah sangat tinggi sekali, termasuk diantaranya biaya untuk pupuk ini kita akan sama-sama hitung berapa yang diberikan subsidi dari pemerintah pusat nantinya," tukasnya.

Baca juga: Petani Kedung Cowek Tolak Lahan Produktif Dijadikan Sekolah Rakyat

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru