selalu.id - National Hospital mengenalkan penyakit cacar api atau Herpes Zozter yang dapat menyerang kulit manusia. Khususnya orang dewasa yang biasa terjadi pada Penurunan Kekebalan Terkait Usia (ARDI).
Berdasarkan data tahun 2011-2013, penyakit ini rata-rata menyerang kelompok orang dewasa dengan rentan usia 45-64 tahun.
Dermatologist dari National Hospital dr. Jose L. Anggowarsito menjelaskan penyakit ini disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster (VZV).
Ia menyebut setiaporang dewasa memiliki VZV di sistem saraf mereka dan menunggu untuk tereaktivasi kembali seiring bertambahnya usia.
Dia menjelaskan, penyakit ini tidak hanya sebatas ruam pada kulit. Namun, menyebabkan penderita akan mengalami Nyeri Pasca Herpes (NPH), yakni nyeri saraf jangka panjang yang dapat berlangsung berminggu-minggu, berbulan-bulan atau kadang dapat bertahan selama beberapa tahun.
Selain itu, penderita juga akan mengalami komplikasi lainnya yang menganggu fungsi tubuh.
“Komplikasi lainnya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, infeksi paru
(pneumonia), gangguan pendengaran, inflamasi otak (encephalitis), dan kematian,” kata Jose, Sabtu (14/9/2024).
Dia menjelaskan rasa sakit dari Herpes Zoster sering digambarkan oleh pasien seperti rasa sakit yang mendalam, membakar, menusuk,atau nyeri.
Maka dari itu, sebagai langkah antisipasi pencegahan, pentingnya melakukan vaksinasi. Vaksini untuk mencegah kasus cacar api ini telah tersedia di Indonesia sejak Juli 2024.
“Vaksin ini membantu mengurangi risiko terkena Herpes Zoster, meringankan keparahan gejalanya jika infeksi tetap terjadi, dan menurunkan kemungkinan terjadinya neuralgia pasca-herpes (NPH) yang merupakan komplikasi lebih menyakitkan dan bertahan lama dibandingkan ruam dari Herpes Zoster itu sendiri,” jelasnya.
Sementara itu Government Affairs and Market Access Director, GSK Indonesia Reswita Dery Gisriani, Communications, menekankan komitmen GSK dalam pencegahan penyakit melalui penyediaan vaksin inovatif.
“Kami terus berkomitmen untuk mengembangkan vaksin baru dan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat yang terus berkembang,” terangnya
Selain itu, kami akan terus berkolaborasi erat dengan pemerintah, asosiasi medis dan juga tenaga kesehatan profesional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit menular melalui imunisasi.
“Kami menyadari pentingnya
mengikuti tren penyakit dan menginvestasikan sumber daya untuk penelitian dan pengembangan dalammengatasi masalah yang muncul di industri kesehatan,” tandas Reswita.
Baca juga: National Hospital Hadirkan Teknologi ABUS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Editor : Ading