Fiks, Eri-Armuji Lawan Bumbung Kosong, Pengamat: Peluang Tipis

Reporter : Ade Resty

Selalu.id - Bakal Calon Pasangan petahana Eri Cahyadi-Armuji sudah mengantongi rekomendasi dari golongan partai-partai besar sekaligus memberikan surat B1 KWK, untuk maju Pilwali Surabaya.

Sebanyak 9 partai parlemen yang telah menyatakan dukungan untuk petahan Eri-Armuji, yakni PDIP, PKB, Demokrat, PKS, PAN, PPP. Kemudian Gerindra dan Golkar, NasDem, dan PSI.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

Tak hanya itu sejumlah partai non parlemen juga sudah menentukan sikap dukung pasangan tersebut. yakni Pelindo, Garuda, Ummat, PBB, Buruh, Gelora, Buruh, Hanura. 

Dengan dukungan seluruh partai tersebut, membuat pasangan petahana Eri-Armuji kemungkinan besar akan melawan bumbung kosong di Pilwali Surabaya.

Menanggapi itu, Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdusallam mengatakan bahwa Pilwali Surabaya 2024 ini bakal melawan kotak kosong. 

“Saya kira tidak hanya di Surabaya beberapa kabupaten kota yang lain juga kecenderungan seperti itu memang variabel dan faktor nya kompak,” kata Surokim, Rabu (28/8/2024).

Surokim menjelaskan, terjadinya bumbung kosong di Pilkada Surabaya ini karena sejumlah faktor. Meski, keputusan MK telah membolehkan mencalonkan paslon dari 20 persen suara parlemen. Namun, partai politik di Surabaya sudah telanjur menentukan dukungannya.

“Itu membuat kenapa kecenderungan banyak muncul Paslon tunggal. Kemudian, munculnya Paslon yang terlalu kuat itu juga memicu yang lain lainnya realistis dan tidak berani untuk melawan,” terangnya.

Baca juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

Muncul kotak kosong ini, kata Surokim, juga menjadi kegagalan dari partai-partai untuk menyediakan stok pemimpin-pemimpin daerah yang berkualitas. Mereka, tidak menyiapkan sejak awal tokoh yang akan lawan petahan.

“Sehingga seolah tidak ada Paslon yang sebanding dengan petahana,” pungkasnya.

Ia juga memebeberkan penyebab terjadi bumbung kosong di Pilkada Surabaya karena calon petahana terlalu kuat dan tingkat kepuasan yang terlalu tinggi terhadap petahana.

“Dan kegagalan partai partai politik untuk menyediakan mempersiapkan kader kader untuk stok ke pimpinan daerah,” terangnya.

Baca juga: Wawali Armuji Dipanggil Polisi Terkait Bimtek DPRD Surabaya

Lebih lanjut Surokim menilai peluang Eri Cahyadi-Armuji menang di kotak kosong di Surabaya sangatlah kecil. 

“Kenapa? Sangat kecil kotak kosong menang di Surabaya kecil kemungkinan yang pertama jumlah pemilik kota Surabaya ini relatif besar jumlah pemilih untuk hampir 3 juta,” jelasnya.

Lalu kedua, komunikasi partai-partai politik di kota Surabaya ini relatif intim dengan petahana dan terlalu akrab dan terlalu menyatu frekuensinya dan sehingga terlalu harmonis.

“Yang ketiga tentu ada kelompok kelompok yang merasa di cekal untuk tempat parlemen. Dan tidak melakukan perlawanan itu tidak kelihatan. Jadi saya pikir tiga faktor itu yang membuat kotak kosong di Surabaya kecil sekali.kemungkinan bahkan saya bilang 99 persen kota kosong tidak akan bisa menang di Surabaya,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru