Waspada Omicron, Pemkot Surabaya Perketat Protokol Kesehatan

Reporter : Ade Resty
Kepala Dinas Kesehatan Febria Racmanita

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya berusaha mengantisipasi masuknya sebaran mutasi virus Covid-19, yakni varian virus Omicron yang telah terdeteksi masuk ke Indonesia. Sebab itu, Dinkes Surabaya akan melakukan tracing secara berkala untuk mencari temuan kasus baru virus Covid-19.

"Tetap kita perketat penerapan protokol kesehatan, kemudian kita juga melakukan tracing, seluruh masyarakat harus tetap prokes di luar maupun di dalam rumah" kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Sabtu (25/12/2021).

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Feny sapaan akrab Febria Rachmanita menerangkan, meskipun angka kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya sudah mulai melandai, dia bersama jajarannya terus aktif melakukan tracing.

"Minimal 10 persen dari institusi harus kita tes, jadi memang kita mencari ada yang positif atau tidak," terang dia.

Dari hasil tracing itu, kata dia, jika ditemukan kasus positif Covid-19, Dinkes Surabaya melalui Puskesmas setempat akan meminta pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk melakukan isolasi.

"Surabaya tidak ada (Omicron). Sampai hari ini Surabaya belum ada laporan, hanya (mutasi) Delta," ujar dia.

Lebih lanjut Feny juga mengaku, saat ini seluruh rumah sakit dan rumah sakit darurat di Surabaya sedang dalam status waspada terhadap mutasi varian virus Covid-19 tersebut.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Rumah sakit itu semuanya waspada dan kita siap, tapi mudah-mudahan tidak terisi," ungkap dia.

Sedangkan, untuk mengantisipasi mutasi varian virus dari wisatawan asing dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), pihaknya akan melakukan karantina atau isolasi.

Baik sebelum masuk ke Kota Surabaya atau saat hendak pulang ke daerahnya masing-masing.

"Harus karantina, jadi harus ada di perbatasan. Kalau ada dari luar negeri (warga asing atau PMI) kita (lakukan) karantina," tegas dia.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Ia menambahkan, untuk capaian vaksin di Kota Surabaya sudah mencapai 100 persen lebih, baik untuk vaksin dosis satu dan dosis dua. Pelaksanaan vaksinasi tersebut akan terus digelar.

"Anak-anak juga hampir 100 ribu dosis yang sudah disuntikkan, pelaksanaan vaksin tidak berhenti," terangnya.

"Warga harus menjaga prokes, Insya Allah kalau kita taat mudah-mudahan virus ini bisa pergi,” imbuhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru