selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memerintahkan Satpol PP untuk menurunkan baliho-baliho Pilkada tentang dirinya yang sempat terpasang di setiap sudut kota Pahlawan.
Hal Itu disampaikan Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser. Ia menyebut perintah itu secara pribadi permintaan Eri Cahyadi.
Padahal sebelumnya, orang nomor satu di Surabaya itu telah resmi mendapatkan rekomendasi oleh DPP PDI Perjuangan menjadi Bakal Calon Wali Kota berpasangan kembali dengan Armuji, pada Senin (30/7/2024) lalu.
"Semua balihonya sudah kita turunkan, bahkan beliau (Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi) yang minta untuk kita turunkan," kata Fikser, saat dihubungi, Jumat (2/8/2024).
Ia menegaskan alasan Eri Cahyadi memerintahkan pihaknya menurunkan baliho tersebut karena khawatir akan menimbulkan kesan ketidakadilan jika baliho miliknya tidak ditertibkan. Justru baliho lain diturunkan.
"Justru beliau yang perintahkan baliho dirinya harus turun. Karena ketika Pak Wali pasang akhirnya semua (calon) ikutan pasang. Terus kita mau tertibkan ini, kenapa punya pak wali enggak diturunkan," jelasnya.
Meski begitu, Fikser tak tahu jumlah pasti baliho Eri Cahyadi yang telah diturunkan, namun ia pstikan semua baliho tersebut telah disimpan dengan baik di kantor kecamatan.
"Bukan hanya balihonya Pak Wali ya tapi baliho keseluruhan dan itu cukup banyak. Karena saya tidak data," katanya.
Dengan diturunkan baliho Eri Cahyadi, ia menegaskan bahwa Satpol PP tidak tebang pilih dalam menertibkan baliho. "Oh iya pasti. Justru punya beliau yang suruh perintahkan turun," tegasnya.
Terkait dengan videotron dan billboard yang menampilkan figur Eri Cahyadi, Fikser menyatakan bahwa hal tersebut bukan menjadi kewenangan Satpol PP.
Lebih lanjut Fikser menjelaskan penertiban baliho ini tidak berlaku untuk videotron dan billboard yang telah membayar pajak.
"Oh itu kan berbeda, itu kan pasti bayar. Jadi kalau mau ada yang pasang silahkan ya asal bayar pajak, beres," ujarnya.
"Oh itu bukan kewenangan saya, itu kan dia bayar pajak. Dia bayar. Jadi kalau ada yang mau silahkan aja pasang di videotron. Satpol PP tidak mungkin turunkan," pungkasnya.
Baca juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot
Editor : Ading