selalu.id - Bagi penikmat kopi nampaknya tidak lengkap jika belum mencicipi kopi-kopi racikan tradisional yang bertahan hingga sekarang. Racikan kopi tradisional tersebut memiliki kekhasan di tiap daerahnya. Seperti Kopi Kong Djie dan Kopi Tung Tau yang terkenal berasal dari Bangka Belitung sejak tahun 1943 dan 1938.
Tak hanya rasa kopi yang berbeda, tapi cara unik penyeduhanlah yang membuat kopi-kopi tradisional tersebut memiliki rasa berbeda, ditambah dengan penyajian yang unik, membuat penasaran untuk dicoba.
Baca juga: Kopi Campur Bir? Ini Dia Coffee Blonde yang Hadir di Surabaya
Baca Juga: Pulau Belitong, Tawarkan Lanskap Indah Pantai dengan Batu Granit Menjulang
Seperti Kopi Kong Djie yang sudah berdiri sejak 1943 di Bangka Belitung. Dengan menu andalan kopi hitam dan kopi susu, pembeli akan merasakan sensasi racikan kopi tradisional dengan teknik penyeduhan yang sudah diwariskan secara turun-temurun, membuat aroma khas kopi yang dijamin tidak didapatkan di tempat lain.
Kopi Kong Djie awal buka di Bangka Belitung pada tahun 1943 silam dan kini sudah memiliki memiliki beberapa cabang di kota-kota besar termasuk Jakarta.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif, BI Gelar Java Coffee Culture 2022
Jika berjalan-jalan di Bangka Belitung, sepertinya harus menyempatkan mampir mencicipi kopi ini. Selain resep penyeduhan tradisonal, kita juga akan disuguhi pemandangan perabot lama yang masih digunakan sampai saat ini.
Baca juga: Buka Gerai Baru, Historisma Mulai Mengepung DKI Jakarta
Sama halnya dengan Kopi Kong Djie, Kopi Tung Tau juga menawarkan rasa tradisional kopi dengan teknik penyeduhan yang diwariskan sejak 1938. Kopi Tung Tau yang memiliki gerai awal di Pangkal Pinang ini menawarkan menu andalan kopi susu dengan aroma yang khas. Dengan harga yang terjangkau, kita bisa menikmati kopi sembari menikmati suasana masa lalu.
Seakan naik lorong waktu, kita serasa minum kopi dengan suasana di tahun 40 an. Asyik bukan. so...silahkan datang dan bernostalgia dengan kopi. (FDB/SL1)
Editor : Redaksi