Selalu.id- Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk serius menangani pengaduan ratusan dugaan korupsi di Surabaya.
Diketahui Data laporan pengaduan (Lapdu) dugaan korupsi untuk Kota Surabaya yang di beber Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2020-2024 meraih tingkat terbanyak sebanyak 343 laporan dan aduan (Lapdu) masyatakat.
Baca juga: OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta
AH Thony menilai data yang dipamerkan itu akan menjadi bumerang bagi lembaga antirasuah. Menurutnya, Lapdu tersebut tidak di tindaklanjuti, maka di khawatirkan dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap KPK.
"Ya aduan sebanyak itu kalau tidak di tindaklanjuti itu, menjadikan tingkat kepercayaan masyarakat ke KPK menurun," ucapnya, Senin(24/6/2024).
Legislator politikus Gerindra itu menilai pengaduan terbanyak korupsi di Surbaya itu sangat wajar. Mengingat sekarang ini tingkat kepercayaan terhadap KPK dalam memberantas maling uang negara, sangat tinggi di banding institusi lainnya.
Baca juga: Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?
Kata dia, hal tersebut tak segera di realisasikan oleh KPK maka akan beredar bila lembaga antirasuah itu bisa 'masuk angin' terutama soal masifnya penanganan korupsi di kota pahlawan.
"Karena apa, ada dugaan macam-macam nanti. Buat KPK yang tidak aware dengan aduan masyarakat atau KPK yang memang tidak mau nindaklanjuti persoalan-persoalan di Surabaya," jelasnya.
Selain itu, anggapan masyarakat kata Thony akan menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak serius untuk melakukan pencegahan korupsi sedini mungkin dari tingkat jajaran paling bawah.
Baca juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya
Dikhawatirkan Lapdu tersebut akan menjadi bom waktu yang akan meledak di era-era kepemimpinan mendatang. Makanya, ia mendorong keseriusan KPK untuk menuntaskan data Lapdu tersebut.
"Nanti di kira Surabaya itu gak bisa?. Kalau gak segera di selesaikan nanti numpuk dan jadi bom waktu. Jangan-jangan begitu muncul nanti ada rentetan kasus yang meledak di Surabaya. Bahaya untuk Surabaya. Nah itu akan mengganggu stabilitas," pungkasnya.
Editor : Redaksi