Perang Isreael-Palestina Berdampak Krisis Laut Merah, Begini Nasib Eksportir Indonesia

Reporter : Dony Maulana
Ilustrasi eskpor impor

selalu.id - Menyoal krisis Laut Merah yang ditengarai dipicu oleh perang Israel dan kelompok militan Palestina Hamas yang makin meluas. Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menyebut adanya dampak krisis laut merah terhadap nasib eksportir.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, dampak yang dirasakan oleh eksportir yakni dengan menurunnya permintaan ekspor ke Eropa. "Karena biaya produksi jadi naik sekitar 30 sampai 40 persen," ujar Carmelita Hartoto seperti dikutip, Jumat (26/1/2024).

Pasalnya, harga jual semakin bertambah dan terjadinya penurunan volume produksi terhadap beberapa komiditi salah satunya furniture. "Harga jual jadi bertambah, dan penurunan volume produksi. Komoditi itu di antaranya garment, furnitur, elektronik, komponen otomotif dan turunan palm oil," ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut Carmelita menjelaskan, krisis laut merah belum berdampak secara langsung terhadap importir Indonesia. "Memang krisis laut merah berdampak pada kenaikan freight untuk rute Asia ke Europa dan sebaliknya, karena kenaikan biaya operasi akibat memindahkan rute melalui Afrika Selatan," ungkapnya.

Diketahui, sebelumnya Carmelita mengakui adanya kenaikan tarif jasa angkutan kapal atau freight rate akibat krisis laut merah. "Bagi importir Indonesia, kelihatannya belum berdampak signifikan, karena di samping import dari Europa sangat sedikit, dan juga ada alternatif dari negara lain untuk kebutuhan impornya," pungkasnya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru