selalu.id - Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan beasiswa yang digolkan dari jaring aspirasi Puti Guntur Soekarno kembali disalurkan oleh para kader PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya yang terus bergerak memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan
Beasiswa tersebut merupakan bagian dari memperjuangkan akses pendidikan, terutama bagi warga tidak mampu. Pembagian beasiswa PIP diikuti para orang tua penerima manfaat.
Baca juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda
Tenaga Ahli Puti Guntur Sukarno, Aliyudin, mengatakan, penyaluran PIP telah menjadi salah satu concern perjuangan Puti. Hal itu untuk membantu orang tua dari keluarga kurang mampu dalam mendukung fasilitas penunjang pendidikan bagi anak-anaknya.
Baca juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot
“Sebab, pendidikan menjadi kunci untuk kemajuan sebuah bangsa. Mbak Puti sangat berkomitmen untuk memperjuangkan pendidikan anak-anak bangsa, khususnya di Surabaya dan Sidoarjo. Semoga anak-anak dari Bapak/Ibu semua kelak bisa menjadi orang yang bermanfaat, yang bisa mengangkat harkat martabat keluarga,” ujar Aliyudin dalam sosialisasi PIP di Kecamatan Sukolilo, Kamis (21/12/2023).
M. Eri Irawan, kader PDIP Surabaya yang turut mendampingi proses penyaluran PIP mengatakan, PIP adalah program pemerintah pusat yang diperjuangkan oleh Ibu Puti Guntur Soekarno melalui kader-kader PDI Perjuangan di Kota Surabaya. “Termasuk hari ini berkat perjuangan Ibu Puti, disalurkan beasiswa PIP untuk sekitar 150 pelajar baik tingkat SD maupun SMP. Warga Surabaya sangat terbantu dengan program yang diperjuangkan Ibu Puti Guntur Soekarno yang juga cucu proklamator Indonesia Bung Karno,” ujar Eri Irawan.
Baca juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang
PDI Perjuangan, lanjut Eri Irawan, sangat concern untuk memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat, terutama kalangan wong cilik. “Kami para kader PDI Perjuangan terus melakukan pendampingan pendidikan dan mencegah anak-anak pelajar agar tidak putus sekolah. Ini ikhtiar untuk turut menyiapkan generasi penerus menyambut Indonesia Emas 2045,” ujar Eri Irawan.
Editor : Ading