Yenny Wahid Dukung Visi-Misi Ganjar-Mahfud Satu Desa Satu Puskesmas

Reporter : Ade Resty
Yenny Wahid

selalu.id - Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Yenny Wahid sangat mendukung Program Pasangan Calon (Paslon) Pilihan Presiden (Pilpres) nomor urut tiga terkait pembangunan puskesmas secara menyeluruh di setiap desa yang ada di Indonesia.

"Saya dukung Ganjar Mahfud janji mereka bangun satu puskesmas satu desa," kata Yenny, sambutannya di pengajian Akbar di Surabaya, Rabu (21/22/2023) malam.

Baca juga: FJN Desak Prabowo Tetapkan Tiga Tokoh NU Jadi Pahlawan Nasional

Yenny pun bercerita bagaimana pengalaman Abdurahman Wahid alias Gusdur mantan Presiden keempat pernah mengalami masa kecilnya kehilangan seorang Ayah karena kecelakaan dan tidak adanya fasilitas puskesmas yang memadai.

"Dulu bapak saya, Gusdur umur 12 tahun sudah jadi anak yatim. Bapak Gusdur yakni pak Wahid pernah pergi ke Jawa Barat dan mengalami kecelakaan mobil. Gusdur yang duduk di depan dan Pak Wahid di belakang terluka parah. Tapi daerah disitu terpencil tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai," kata Putri Kedua Gusdur tersebut.

Baca juga: Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya Ajak Warga Pilih Pemimpin Visioner

Yenny mengisahkan bahwa Gus Dur dan ayahnya, Pak Wahid harus menunggu ambulans lama sekali. Dan Pak Wahid meninggal dipangkuan Gusdur. Oleh karenanya, aktivis perempuan NU itu sangat mendukung visi-misi Ganjar-Mahfud membangun puskesmas di setiap desa untuk merata kesejahteraan masyarakat.

"Kesejahteraan merata itu hanya tercapai kalau pemimpin mengerti penderitaan masyarakat. Ganjar-Mahfud anak e wong biasa, mengerti kalau sekolah susah bisa jadi sarjana," terangnya.

Baca juga: Masa Tenang, Satpol PP Surabaya Copot Baliho Kampanye Pilkada Serentak

Sehingga, Ia menegaskan sangat penting memilih pemimpin yang rekam jejaknya jelas, menjunjung demokrasi, dan memerangi korupsi. Karena itu, dia memilih untuk mendukung Ganjar-Mahfud yang kerjanya cepat dan tidak pernah hanya janji.

"Indonesia negara kaya, uangnya banyak tapi banyak rakyat seng melarat, banyak yang masih punya utang. Karena masio negaranya kaya, tapi uangnya dikorupsi kita ingin pemimpin kedepan mau bekerja untuk kepentingan masyarakat, mau mengagakan hukum dan memerangi korupsi," pungkasnya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru