selalu.id - Calon Legislatif DPRD Dapil 1 Kota Surabaya, Fayakundia Putra Sufi merupakan anak pertama dari alm. Drs. H. Sjukur Amaludin, yang notabenenya pernah mejabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2004-2009, ternyata pernah menulis dan menerbitkan sebuah karya tulis berupa buku yang mengulas tentang Hukum dan Politik.
Pria yang akrab disapa Kundi ini memiliki jejak rekam dalam karya tulisnya dengan menulis buku yang berjudul 'Hukum & Politik Hukum Jabatan Notaris' pada tahun 2017 lalu. Meski begitu, dalam prosesnya Kundi membutuhkan waktu yang terbilang tidak singkat.
Pria alumnus SMA Muhammadiyah 2 Pucang ini, menyebut ide awal gagasan dalam membuat buku ini berawal dari pertama bimbingan Thesis, di Prodi Magister Kenotariatan Univ. Narotama Surabaya, Dibawah bimbingan Dr. Rusdianto Sesung. Kundi mencoba menjadikannya dalam sebuah karya tulis berbentuk buku dengan judul 'Hukum & Politik Hukum Jabatan Notaris.
"Saya mencoba membukukan apa yang telah kami tulis di Thesis, karena jarang sekali ditemukan buku yang menulis dan membahas mengenai sejarah, Politik dan Filosofis Pejabat Umum di Indonesia," ujar pria lulusan Fakultas Ilmu Hukum Universitas Airlangga ini kepada selalu.id, Kamis (14/12/2023).
Menyoal durasi pengerjaan buku hingga selesai menjadi buku yang siap terbit dan di edarkan, Kundi beserta timnya membutuhkan waktu selama total kurang lebih 9 bulan. "Penulisan mulai awal Thesis lebih dari 6 bulan. Dan dari Thesis menjadi buku juga memakan waktu lebih dari 2 Bulan termasuk editor penerbit," urainya secara lugas.
Kundi juga mengungkapkan, bahwa tujuan dibuatnya buku ini adalah sebagai karya ilmiah yang merangkum sejarah, Politik dan Filosofis Pejabat Umum di Indonesia. Sekadar diketahui, sampai sejauh ini, sudah lebih dari 2.000 exemplar yang dicetak dan di distribusikan di seluruh Indonesia.
"Sudah ribuan yang tersebar di Indonesia, dan buku ini selalu dijadikan literasi oleh hampir seluruh Prodi Magister Kenotariatan, untuk menulis Jurnal dan Thesis," tandasnya.
Harapannya, lanjut pria bergelar Magister Kenotariatan lulusan Universitas Narotama Surabaya ini, tentu membuka wawasan tentang Sejarah Notaris di Indonesia selain itu yang utama adalah untuk menambah literasi/pustaka untuk setiap karya ilmiah Mahasiswa Magister Kenotariatan.
Baca juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang
Editor : Ading