Tujuh Remaja Peneror Warga dengan Sajam di Surabaya Berhasil Diringkus

Reporter : Ade Resty
Gerombolan pemuda dengan sajam teror warga Surabaya

selalu.id - Polisi berhasil menangkap sejumlah remaja peneror warga dengan berkeliling membawa senjata tajam yang sempat viral di media sosial.

Kapolsek Karangpilang, Kompol A Rizky Fardian mengatakan sebanyak tujuh pemuda yang ditangkap yakni AD (19), MAA (19), MNH (17), RRJ (17), MS (16), DA (17) dan YVG (17).



"Benar (pelakunya) tujuh. Ada yang kami jemput di rumahnya, ada juga yang berada di luar," kata Rizky, Kamis (14/12/2023).

Kompol Rizky menjelaskan tujuh pemuda ini telah diamankan dan terbukti membawa senjata tajam seperti video yang ramai di Instagram. Mereka juga mengayunkan benda itu saat menggelar konvoi.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!



"Barang bukti yang kita amankan dari mereka ada senjata tajam jenis celurit panjang, kaos, jaket, helm dan sepeda motor (yang digunakan konvoi)," ujarnya.

Saat diinterogasi, Ia menyebut puluhan pemuda berkumpul terlebih dahulu di sekitar Kota Baru Driyorejo (KDB), Gresik. Lalu, mereka berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari musuh.

"Kelompok ini bergerak menuju wilayah selatan dengan rute KBD, Bangkingan, Wiyung, lampu lalu lintas Kedurus, Jalan Mastrip Kedurus, dan sampai di Kebraon," jelasnya.

Kemudian, remaja membawa senjata tajam tersebut mendapatkan informasi ada kelompok lain di Jalan Kebraon. Mereka mencari kebenaran informasi itu hingga masuk ke pemukiman warga.

"Enggak ada lawanya, hanya lewat bawa senjata tajam, kemudian di tengah perjalanan konvoi mendapat informasi ada kelompok (wilayah) selatan yang sedang mereka cari," ucapnya.

Rizky mengungkapkan, para pemuda pembawa senjata tajam tersebut sudah berada di Polsek Karangpilang. Mereka masih dimintai keterangan lebih lanjut terkait peristiwa itu.

"Kami masih melakukan pengembangan siapa saja remaja yang ada di dalam video (viral) tersebut dan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah," pungkasnya.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru