selalu.id - Beberapa wilayah di Surabaya mengalami cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang pada Minggu (26/11/2023) sore. Pintu kaca pecah terjadi di salah satu rumah sakit akibat terjangan angin kencang.
Kejadian itu terekam oleh salah satu warganet dan tersebar di beberapa grup media sosial. Akun TikTok @vivi_rondonuwu salah satu pengupload video detik-detik kaca di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Surabaya barat pecah, saat terjadinya hujan besar.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya
Video yang telah ditonton hingga 88,1 ribu kali itu memperlihatkan detik-detik kaca rumah sakit Mitra Keluarga di Darmo Permai Surabaya Barat pecah.
Pemilik akun tersebut menyebutkan peristiwa kaca pecah terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Kala itu, langit di kawasan Surabaya barat mendung gelap mulai pukul 14.12 WIB. Mendung disebutkan datang dari barat. Lalu, bergerak ke timur hingga sampai di Surabaya bagian barat.
"Kejadiannya di Darmo Permai," ucap Vivi saat membalas komentar pengguna TikTok lain ketika menanyakan lokasi kejadian.
Baca juga: Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga
Dari video yang diunggah, sebelum kaca yang diduga berlokasi di lobi itu pecah, terlihat angin kencang berhembus. Selain angin hujan terlihat cukup deras. Bahkan area luar kaca di dalam video terlihat samar. Hal itu menggambarkan bagaimana kondisi dan situasi hujan yang lebat.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Adi Hermato mengatakan, sejak awal November wilayah Jawa Timur khususnya Surabaya memang sudah memasuki masa musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.
Baca juga: Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon
"Yang ditandai dengan mulai intensnya hujan sedang - lebat disertai badai guntur dan dapat disertai angin kencang berdurasi singkat," ujarnya.
Adi mengimbau agar pengguna jalan tidak berteduh di bawah pohon. Dia meminta agar pengendara menghindari bangunan yang rawan roboh juga.
Editor : Arif Ardianto