Bantu Korban Erupsi Semeru, Polda Jatim Kerahkan Tim dan Helikopter

Reporter : Ade Resty
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta saat mengunjungu daerah terdampak erupsi Gunung Semeru

Surabaya (selalu.id) - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) berperan aktif membantu korban bencana erupsi Gunung Semeru dengan menurunkan tim ke lokasi, Senin (6/12/2021). Tim terdiri dari berbagai divisi dengan keahlian berbeda.

"Polri juga telah mengerahkan peralatan dan kendaraan terkait bencana alam erupsi itu,"ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol, Nico Afinta.

Baca juga: Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Diantaranya, lanjut dia, mobil SAR, mobil dapur lapangan, mobil reapiter, mobil water treatment, ambulance.

"Selanjutnya, satu Helikopter juga telah dikirimkan dan siap dioperasikan di lokasi bencana," tuturnya.

Nico menyampaikan, bahwa segala unsur kekuatan terbaik yang dimiliki Polri dikerahkan untuk membantu warga yang menjadi korban Erupsi Gunung Semeru, diantaranya tim K9 untuk membantu pencarain korban, tim dokkes, tim DVI, tim dapur umum, dan tim air bersih.

"Seluruh sarana dan prasarana kami juga maksimalkan guna meringankan beban masyarakat," terangnya.

Baca juga: Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Nico menginformasikan, warga yang sudah mengungsi di pos pengungsian balai desa penanggal, sebanyak 206 pengungsi dari 4 desa, yakni desa Kajar kuning, curah koboan, Kebon Seket, Wonosari.

"Saat ini mereka membutuhkan masker, pakaian bersih, makanan, dan obat obatan," jelasnya.

Untuk korban jiwa, kata dia, dari data yang dihimpun oleh tim dokes RS. Bhayangkara Lumajang, sebanyak 43 korban luka dan gangguan pernafasan.

Baca juga: Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Dukung Reformasi Polri

"Sedangkan 12 telah berhasil di evakuasi dalam keadaan meninggal dunia,"terangnya.

Sementara, tim brimob dibantu dengan tim K9 masih berupaya mencari korban lainnya. Namun pencarian korban Minggu (5/12/2021) sore terpaksa harus dihentikan.

"Karena cuaca kemarin di lokasi turun hujan dan tidak memungkinkan untuk di lanjutkan dalam pencarian korban,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru