selalu.id - Dialektika Institute melakukan survei dan simulasi pasangan Pilpres khususnya Cawapres perempuan untuk Pemilu 2024 mendatang. Tercatat ada 5 tokoh perempuan dalam survei Jawa Tengah dan Jawa Timur.
5 nama tokoh perempuan yang digandang sebagai Cawapres tersebut adalah Yenny Wahid diposisi tertinggi dengan angka 27,6 persen, kemudian beda tipis dengan Khofifah Indar Parawansa 25,4 persen, lalu Puan Maharani 14,9 persen dan Susi Pudjiatusti 12,6 persen dan Sri Mulyani 8,5 persen.
Baca juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah
Namun dari nama-nama tokoh perempuan tersebut, khususnya di Jawa Timur hanya Khofifah Indar Parawansa yang muncul sebagai sosok perempuan yang dinilai cocok menjadi Cawapres untuk Pilpres 2024. Padahal di Jawa Timur selain nama Khofifah, ada nama tokoh perempuan lain yang elektabilitasnya cukup tinggi yakni Tri Rismaharini. Tetapi, nama Risma tidak muncul dalam survei simulasi pasangan Pilpres khususnya Cawapres perempuan.
Menanggapi itu, Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polanda mengatakan berdasarkan hasil litbang maupun survei-survei lainnya terdapat tiga nama yang sering muncul di publik atau sering dikaitkan dengan pasangan Cawapres, yakni: Yenny Wahid, Khofifah, dan Puan Maharani.
Baca juga: Hadiri Pelatihan TMP PDIP Surabaya, Risma Tekankan Perjuangan Kaum Muda
"Bu Risma ini tidak dilibatkan, memang sejauh ini hanya ada 5 nama tokoh perempuan yang menonjol. Nama Risma ternyata kurang mendapat ruang di publik," kata Mheky, kepada selalu.id, Selasa (12/9/2023).
Mheky menilai bahwa Risma memang secara trackrekort sangat bagus di survei-survei elektabilitas lain. Tetapi nama mantan Wali Kota Surabaya itu jarang muncul dan tersaji di publik. Sehingga, pihaknya hanya mengambil survei simulai tertutup dengan nama Capres Capres.
Baca juga: Risma Ingatkan Kader PDIP Surabaya Jelang Konfercab: Jangan Ngisin-ngisini
"Kita simulasi tertutup Capres Capres calon kita ambil, kita pilih. Nama Risma tidak masuk karena tidak terlalu naik baik ke publik nasional," ungkapnya.
"Dia (Risma) posisi nasional sebagai Menteri Sosial. Namanya tidak naik, kita tidak tahu nama kedepannya muncul lagi atau tidak, survei elektabiltasinya masih dibawah," pungkasnya.
Editor : Ading