Edgy Style Meriahkan Surabaya Fashion Parade 2023

Reporter : Ade Resty
Peragaan busana di SFP 2023

selalu.id - Dalam ajang Surabaya Fashion Parade (SFP) 2023 digelar bertema Enigmatico” digelar 7-10 September 2023 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3, banyak desain busana baru bermunculan. Dari sekitar 80 desainer yang ditampilkan, salah satu yang menarik perhatian adalah busana bergaya edgy tapi tetap tidak meningalkan kesan feminin, yang ditampilkan iMOi.

Busana rancangan Gladys KLT memadukan konsep feminin dan maskulin dalam satu desain busana, sehingga yang muncul adalah gaya edgy. Gladys mengatakan, konsep busananya kali ini lebih casual dan bisa digunakan sehari-hari.

Baca juga: Desainer Veni Rosita Bawa Born Unreveled ke SFP 2025

"Kita tampilkan 15 busana dengan gaya edgy, jadi ada rok, celana, dress, blazer dan lainnya. Semuanya bisa dipadupadankan sesuai dengan selera fashion masing-masing,"

Ia menerangkan, busana yang hadir lewat proses kreatif selama satu bulan ini, memiliki desain garis-garis tegas yang memberi kesan tidak terlalu feminin.

"Untuk menambah kesan ceweknya, bisa pakai rok atau celana seperti yang saya gunakan. Jadi benar-benar ada ditengah tidak terlalu feminin dan juga tidak telalu maskulin, garis-garis tegah menyatukan itu,"

Dalam koleksinya kali ini, Gladys memilih bahan wolfis dan satin. Ada yang dibuat full satin seperti dress, ada juga perpaduan keduanya. Melalui busana ini, Gladys pun ingin memberi pesan bahwa wanita harus menjadi diri sendiri. Ia berharap lewat karyanya semua wanita bisa mengekspresikan diri lewat fashion atau pakaian yang dikenakan.

"Kalau sudah percaya diri, mau pakai busana apapun pasti terlihat keren. Sebaliknya kalau sudah tidak percaya diri akan terlihat tidak bagus apa yang dikenakan,"

Pesan lewat busana ini juga disampaikan lewat tema yang dipilih yakni iMOi yang memiliki arti kata 'Aku'. "Artinya saya, jadi busana ini diharapkan bisa membuat pemakainya lebih percaya diri," ujarnya.

Untuk diketahui, busana ini dipamerkan pada hari terakhir gelaran SFP. Founder SFP Dian Apriliana Dewi mengatakan, event SFP ke-16 yang mengusung tema “ENIGMATICO” ini adalah kado untuk Kota Surabaya. Selama 16 tahun terakhir, SFP juga bagian dari agenda tahunan dalam peringatan HJKS. 

Pihaknya pun menjanjikan, pada tahun selanjutnya SFP akan kembali digekal pada bulan Mei bertepatan dengan HJKS. "Karena ini adalah kado hari untuk Kota Surabaya," ungkap Dian.

Baca juga: Koleksi ‘Blood’ Jadi Sorotan SFP 2025, Migi Rihasalay Angkat Narasi Luka dan Pengorbanan

Tak hanya itu, para desainer busana muslim menunjukan karyanya. Seperti yang dipamerkan oleh desainer muda, Gita Orlin lewat busananya yang bertajuk "Savanna Series". Gita sapaan akrabnya menampilkan busana yang sedikit keluar dari ciri khasnya bunga-bunga.

"Biasanya saya selalu menampilkan busana dengan printing bunga-bunga. Kali berbeda seperti judulnya savanna, busana kali ini didominasi motif printing pepohonan dan dedaunan," kata Gita ditemui saat press conference, Jumat, 8 September 2023.

Bila biasanya padang savanna identik dengan hewan, kali ini Gita Orlin mencoba menunjukan keindahan lain dari savanna yakni pohon dan daun yang berguguran.

"Saya memang tidak mengambil motif fauna dikarenakan bagi kami desainer muslim, khususnya memakai baju muslim yang bermotif fauna atau hewan hukumnya haram. Jadi bagaimana koleksi kali ini bertema savanna tapi tetap nyaman untuk kaum muslim," terangnya.

Baca juga: 'Kisah Kebaya' Busana Tradisional Karya Desainer Asal Surabaya

Ada 12 busana yang ditampilkan dalam gelaran SFP 2023, ujar Gita, busana-busana tersebut ditampilkan dengan cutting full klok, mermaid dress, loose dress, baby dool, blouse dan pallazo. Pemilihan cuttingan ini juga memudahkan penggunannya untuk padu padan. Sementara untuk warna, Gita lebih memilih warna soft tapi unik seperti blue sky, dusty pink, blue pigeon dan coral. Selain printing padang savana, dalam busana kali ini dia juga menambahkan aksen batik kawung, sebagai pemanis busana.

"Unsur etnik tetap ada dibaju ini, karena aku tambahkan batik kawung di beberapa detail," tambahnya.

Gita menambahkan, proses kreatif busananya kali ini hanya dilakukan sekitar tiga minggu. Karena ia belum pernah ke padang savana secara langsung, maka ia harus mencari beberapa referensi untuk memperkuat desainnya.

"Sebenarnya aku belum pernah kesana. Semoga ini jadi doa juga biar cepat bisa kesana (padang savana), karena aku orangnya juga suka traveling," tandas Gita.

Disamping itu, selain Gita Orlin juga ada desainer lainnya yang menunjukan karyanya di SFP 2023 ini, antara lain Dazzle by Nad Syam (Nadia Syammach) yang menampilkan busana muslim dengan dominan warna hitam, ada pula Arinna Premium Hijab yang berasal Madura dan lainnya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru